
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan pentingnya elektrifikasi kendaraan dan penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi. (ANTARA)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan pentingnya elektrifikasi kendaraan dan penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional di tengah dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi saat ini, menjadi pengingat bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik, terutama ketenagalistrikan ditengah risiko stabilitas pasokan dan harga energi dunia,” katanya dalam rapat sektor ketenagalistrikan, di Gedung DPR.
Sugeng menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik.
“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, konsumsi energi dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri,” katanya, dikutip Jumat (3/4)
Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan, subsidi energi meningkat dari Rp 95,7 triliun (2020) menjadi Rp 159,6 triliun (2023), lalu naik ke Rp 203,4 triliun pada 2024, terutama untuk BBM dan LPG.
Bahkan pada 2025, total anggaran mencapai Rp 394,3 triliun, dan direncanakan Rp 210,06 triliun dalam RAPBN 2026, dengan porsi besar tetap untuk BBM dan LPG. Untuk itu, Sugeng juga mendorong konversi kompor berbahan bakar gas ke kompor listrik di tingkat rumah tangga.
“Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah,” katanya.
Sugeng menegaskan bahwa kedua langkah tersebut tidak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian global.
“Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal,” katanya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
