
Ilustrasi : Penggunaan komporlistrik tidak mendapatkan subsidi terkait penghematan energi.
JawaPos.com - Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS) membawa Indonesia turut mengalami krisis, salah satunya mengenai LPG. Bahkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mewanti-wanti masyarakat agar menggunakan LPG dengan bijak.
Hal ini pun memberikan dorongan kembali penggunaan kompor listrik bersubsidi untuk mengatasi ketergantungan akan LPG. Namun, publik tampak bertanya-tanya lantaran elektrifikasi di sektor rumah tangga tampak sulit, tak seperti kendaraan elektrifikasi yang terlihat lebih mudah.
Melihat hal ini, Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menjelaskan sejumlah alasan mengapa elektrifikasi pada sektor transportasi tampak lebih mudah dibanding kompor listrik. Salah satunya yakni keberadaan subsidi LPG 3 kg yang masih dipandang terjangkau oleh masyarakat.
“Jadi dibandingkan tagihan listrik menggunakan kompor listrik apalagi dengan rumah tangga di atas 1300 VA. Ini buat mereka ya pilihannya lebih baik LPG yang bersubsidi gitu, apalagi selisih LPG subsidi nya juga jauh dengan LPG yang nonsubsidi harganya. Jadi dianggap lebih affordable lebih terjangkau untuk pakai LPG,” kata Bhima saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/3).
Sementara itu, Bhima juga menyoroti perilaku memasak masyarakat Indonesia yang menjadi faktor sulit elektrifikasi pada sektor rumah tangga. Dia menilai tradisi memasak masyarakat tanah air kurang cocok jika menggunakan kompor listrik.
“Karena Indonesia ini banyak masakan yang dimasaknya cukup lama, misalnya rendang bisa sampai 3 sampai 4 jam. Nah itu kalau menggunakan kompor listrik biayanya akan jauh lebih mahal daripada pakai LPG,” jelas dia.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa elektrifikasi pada sektor kendaraan saat ini memang baik. Terlebih, penjualan kendaraan elektrifikasi terus mengalami peningkatan.
Dia menilai, mudahnya elektrifikasi pada sektor kendaraan juga disebabkan oleh beberapa keuntungan, yakni untuk menghindari sistem ganjil genap serta sejumlah insentif yang menggiurkan.
“Sementara kalau menggunakan kompor listrik apakah tarif listriknya bisa berkurang kan enggak juga. Apakah ada diskon tertentu bagi rumah tangga yang pakai kompor listrik kayaknya susah,” jelas dia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
