
Presiden Prabowo (YT Prabowo Subianto)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait alasan pemerintah tetap melanjutkan pembangunan Koperasi Merah Putih meski menuai berbagai penolakan. Ia menegaskan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi rakyat kecil yang masih terjerat praktik rentenir dengan bunga mencekik.
Dalam keterangannya, Prabowo mengaku optimistis proyek besar ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia. Bahkan, ia menyebut langkah ini berpotensi menjadi contoh bagi negara lain.
“Siapa yang mengira kita bisa bikin 80 ribu koperasi lengkap dengan gudang, lengkap dengan cold storage dalam satu tahun? Kan enggak,” kata Prabowo dalam Dialog bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang ditayangkan pada kanal YouTube Prabowo Subianto, dikutip Selasa (24/3).
Ia mengungkapkan, saat ini pemerintah sudah berhasil membentuk sekitar 30 ribu koperasi. Capaian tersebut disebutnya sebagai bukti bahwa program ini bukan sekadar wacana.
Prabowo kemudian menjelaskan akar persoalan yang ingin diselesaikan melalui koperasi tersebut, yakni sulitnya petani mengakses pembiayaan saat masa tanam hingga panen.
“Petani ini 120 hari baru panen. Di dalam 120 hari kadang istrinya sakit, jadi dia perlu pinjam uang. Pinjamnya ke siapa? Ke rentenir,” ungkapnya.
Menurut dia, praktik pinjaman tersebut sangat memberatkan warga miskin karena bunga yang dikenakan tidak masuk akal. Bahkan, ia menyebut bunga rentenir bisa mencapai 1 persen per hari.
“Rentenir itu ngeri. Dia 1 persen sehari. Can you imagine? Ini penindasan manusia ke manusia. Masa orang miskin dikenakan 1 persen sehari?” tegasnya.
Karena itu, Prabowo menilai kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi solusi konkret untuk memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Pemerintah, kata dia, akan menyediakan akses kredit murah melalui koperasi.
Ia juga menyoroti ketimpangan suku bunga kredit yang selama ini terjadi. Menurutnya, pelaku usaha kecil justru dibebani bunga tinggi dibandingkan pengusaha besar.
“Kredit mikro sekarang bisa 24 persen. Orang miskin 24 persen. Pengusaha besar 7–8 persen, paling tinggi 10–12 persen. Ini tidak bisa,” ujarnya.
Ke depan, Prabowo menargetkan bunga pinjaman melalui koperasi bisa ditekan jauh lebih rendah, bahkan hingga sekitar 6 persen per tahun.
“Dengan Koperasi Merah Putih, kita siapkan kredit murah. Kalau perlu 6 persen setahun. Bisa. Kekuatan ekonomi kita besar, hanya tinggal diorganisir,” pungkasnya.
