
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (Istimewa)
JawaPos.com–Lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadhan mendorong aktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner dan ritel. Di tengah peningkatan transaksi tersebut, digitalisasi pembayaran dan pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak bagi pelaku usaha agar dapat melayani konsumen secara cepat dan efisien.
Selain untuk mempercepat transaksi, penggunaan sistem pembayaran non-tunai juga dinilai mampu membantu pelaku UMKM mencatat arus kas secara lebih rapi dan terukur. Hal ini menjadi penting mengingat masih banyak pelaku usaha yang mencampur keuangan pribadi dan bisnis.
Momentum ini dinilai penting untuk mengoptimalkan penjualan sekaligus memperbaiki pengelolaan keuangan usaha. Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan, UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama saat Ramadhan ketika permintaan produk meningkat.
”Produk UMKM banyak diburu masyarakat saat Ramadhan. Karena itu, pelaku usaha perlu didukung sistem keuangan yang memadai dan efisien,” ujar Eri Budiono melalui keterangannya.
Bank Neo Commerce menilai tantangan utama UMKM tidak hanya akses pembiayaan, tetapi juga pengelolaan transaksi yang masih bercampur dengan keuangan pribadi. Kondisi ini berpotensi mengganggu arus kas dan pencatatan usaha.
Sebagai respons, perseroan menghadirkan layanan digital Neo Bisnis yang memungkinkan pelaku usaha mengelola transaksi, menerima pembayaran berbasis QRIS, hingga melakukan pencatatan keuangan dalam satu platform. Fitur pembukuan dan analisis usaha dinilai semakin penting di tengah persaingan yang ketat.
Baca Juga: Pilih Impor Pikap India, Agrinas Klaim Jumlah Produksi Pabrikan Jepang di Dalam Negeri Terbatas
Digitalisasi membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berbasis data sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Tren pembayaran non-tunai juga terus meningkat, didorong oleh perubahan perilaku konsumen dan penetrasi teknologi. Penggunaan QRIS, khususnya, kian meluas di sektor ritel dan kuliner selama Ramadan.
Sejumlah pelaku usaha kuliner yang telah menggunakan layanan ini antara lain RM Kelok Indah Payakumbuah di Blok M, Dapur Sunda di kawasan Bidakara, Mie Ayam Dondon di Blok M, Terminal Bekal di Bogor, serta Pondok Kue Nusantara di Mall Ambassador.
Para pelaku usaha tersebut mengaku pembayaran digital membantu mempercepat transaksi dan mempermudah pencatatan penjualan harian, meski adopsi teknologi masih menjadi tantangan bagi sebagian UMKM. Pengamat menilai, selain penyediaan layanan, edukasi dan literasi keuangan tetap menjadi kunci agar transformasi digital di sektor UMKM berjalan optimal.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
