
Ketua GAPKI Eddy Martono menjelaskan tantangan ekspor dan produksi produk kelapa sawit Indonesia, Kamis (12/3/2026)
JawaPos.com – Eskalasi konflik di Timur Tengah membuat ekspor produk sawit asal Indonesia beberapa waktu belakangan mengalami sejumlah tantangan.
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menjelaskan, sejauh ini Industri sawit masih cukup kuat menghadapi dampak konflik tersebut. terbukti, ekspor ke negara-negara tujuan juga masih bisa dilakukan.
”Walaupun terjadi kenaikan luar biasa untuk biaya logistik. Freight and insurance (ongkos kirim dan asuransi) itu naik sampai 50% rata-rata,” terangnya di Jakarta Kamis (12/3) malam lalu.
Yang paling merasakan dampak kenaikan biaya logistik itu, lanjut Eddy, adalah para importir.
Baca Juga:GAPKI: Pekerja Perempuan Memiliki Kontribusi Penting dalam Rantai Produksi Sawit di Sulawesi
Dari sisi produsen dan eksportir, pengiriman masih berjalan normal. Saat ini, yang banyak dilakukan adalah pengiriman yang sudah teken kontrak lebih dulu.
”kita lihat kira-kira satu bulan ke depan, ini kita melihat apakah nanti akan terdampak dengan kalau perang ini tidak selesai. Nah, ini akan menjadikan biaya yang tinggi. Bisa jadi tadi negara-negara importir itu mengurangi (pembelian),” tuturnya.
Sebagai gambaran, terangnya, total ekspor produk sawit pada 2025 lalu mencapai 32,3 juta ton dengan nilai USD 35,8 miliar atau sekitar 590,3 triliun.
Ekspor tersebut meningkat dari tahun 2024 yang mencapai 29,5 juta ton senilai USD 27,75 miliar atau Rp 439,5 triliun.
Kenaikan nilai ekspor yang signifikan itu tidak hanya karena volume pengiriman yang naik. Melainkan juga harga rata-rata cif Rotterdam yang pada 2025 mencapai USD 1.221 per ton. Lebih tinggi dari rata-rata 2024 yang senilai USD 1.084 per ton.
Gangguan yang terjadi di selat Hormuz, lanjut Eddy, membuat ekspor ke sejumlah negara terganggu. Terutama ekspor ke Timur Tengah. ”Ekspor kita ke Middle East itu ada 1,83 juta ton, ya. Ini yang sudah pasti terganggu,” lanjutnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
