Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 15.52 WIB

10 Tahun PNM Mekaar, Layani 16,1 Juta Nasabah di Lebih dari 60 Ribu Desa

Direktur Utama (Dirut) PT PNM, Arief Mulyadi menyampaikan sambutan di acara buka bersama bersama awak media di Menara PNM, Jakarta, Rabu (11/3)./(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Direktur Utama (Dirut) PT PNM, Arief Mulyadi menyampaikan sambutan di acara buka bersama bersama awak media di Menara PNM, Jakarta, Rabu (11/3)./(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menandai satu dekade pelaksanaan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan. Program yang dimulai sejak awal 2016 tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengatakan program ini lahir dari realitas perubahan kehidupan masyarakat di berbagai daerah, terutama wilayah terpencil yang kini semakin bergantung pada ekonomi berbasis uang.

“Ini adalah tahun ke-10 kami menggulirkan, meluncurkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), yang kami dedikasikan bagaimana peran kami untuk mengurangi—kalau boleh sampai mengentaskan—masyarakat miskin menjadi masyarakat sejahtera,” ujar Arief dalam sambutannya di acara buka bersama awak media, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, dahulu banyak masyarakat di daerah terpencil dapat memenuhi kebutuhan hidup dari alam sekitar tanpa harus mengeluarkan biaya. Namun, kondisi tersebut kini berubah sehingga kebutuhan hidup semakin bergantung pada pendapatan tunai.

“Masyarakat kita, saudara-saudara kita yang di daerah-daerah itu, dulunya mereka enggak punya pendapatan, tapi mereka enggak perlu mengeluarkan biaya hidup. Mau makan tinggal metik, tinggal nyari, tinggal mancing, tinggal berburu. Sekarang semua ada rupiah yang harus mereka bayar untuk itu,” katanya.

Melalui program Mekaar, PNM tidak menargetkan nasabah menjadi pengusaha besar, melainkan cukup mampu menyeimbangkan pendapatan dengan kebutuhan hidup.

“Nah, kami coba enggak muluk-muluk. Enggak usah jadi eksportir, enggak usah jadi entrepreneur yang besar, cukup squaring aja antara biaya hidup dengan pendapatan sendiri,” kata Arief.

Sejak diluncurkan, program tersebut terus berkembang. Saat ini PNM memiliki sekitar 74 ribu karyawan yang melayani jutaan nasabah di berbagai wilayah Indonesia.

Arief mengungkapkan, aktivitas PNM kini telah menjangkau 60.260 desa atau kelurahan dari total sekitar 84 ribu desa/kelurahan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup 943 ribu kelompok nasabah dengan total sekitar 16,1 juta nasabah aktif.

Ia juga menyebut dalam empat tahun terakhir sekitar 2,4 juta nasabah PNM telah naik kelas menjadi nasabah lembaga lain dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, yakni Bank Rakyat Indonesia dan Pegadaian.

“Karena dalam 4 tahun ini sudah ada 2,4 juta nasabah yang naik kelas menjadi nasabah BRI dan Pegadaian sebagai wujud pencapaian KPI kami dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro,” kata Arief.

Menurutnya, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi desa-desa karena menyalurkan perputaran dana dari pusat ekonomi ke daerah.

“Paling enggak satu desa kami bisa datangkan uang ke 60.260 desa/kelurahan. Paling enggak per tahun 1 sampai 1,5 miliar rupiah. Itu insyaallah akan memberikan walaupun kecil, memberikan multiplier effect,” ujarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore