
MoU USD 38,4 Miliar antara pengusaha Indonesia dan AS yang disaksikan langsung Prabowo, Kamis (18/2). (Dok. Kemenko Perekonomian)
JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai USD 38,4 miliar dolar antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (18/2) waktu setempat.
Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur dan pengembangan teknologi.
“Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi, perlu forum bisnis yang mengundang perusahaan-perusahaan besar AS, KADIN, dan Asosiasi Usaha untuk terus mendorong kolaborasi antara dunia usaha kedua negara, baik di sektor perdagangan, industri, maupun investasi, khususnya yang akan meningkatkan daya saing Indonesia.
"Terutama dalam pengembangan inovasi digital, kecerdasan artifisial, semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, transisi energi dan industri pengolahan, termasuk industri agro," jelasnya.
Penandatanganan kerjasama perdagangan dan investasi antara Perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia mencakup rencana pembelian barang dan penanaman investasi dengan total komitmen sebesar USD 38,4 Miliar di berbagai sektor.
Pada sektor Agro, total kesepakatan pembelian mencapai USD 4,5 Miliar antara lain kesepakatan untuk pembelian Soybeans (USD 1,37 Miliar), Wheat (TBA hingga 2030 USD 1,25 Miliar), Corn (USD 855 Juta), Cotton (USD 244 Juta) dan produk lain (USD 800 Juta).
"Sedangkan pada sektor Industri Manufaktur, beberapa kesepakatan investasi mencapai USD 33,91 Miliar," lanjutnya.
Tak hanya itu, beberapa kesepakatan antara lain kerjasama antara KADIN dengan US ABC sebesar USD 2,00 Miliar, kesepakatan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar USD 200 Juta, serta rencana investasi pada industri Semikonduktor yang mencapai USD 4,89 Miliar dan USD 26,7 Miliar.
Momentum ini memperlihatkan tingginya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, kesepakatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
"Pemerintah terus mengawal realisasi setiap komitmen kerja sama yang telah disepakati agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Melalui kesepakatan ini, pemerintah memastikan bahwa kolaborasi internasional yang terjalin mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global," tandasnya. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
