Peluncuran Game Gang Dagang di NumoFest 2026. (Istimewa)
JawaPos.com–Penguatan literasi keuangan digital bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026.
Dalam rangkaian festival yang digelar di sembilan kota besar Indonesia tersebut, diperkenalkan gim edukatif bertajuk Gang Dagang. Gim itu dirancang membantu UMKM memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih praktis dan kontekstual.
NumoFest berlangsung pada 16 Januari hingga 1 Februari, melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM dari sektor modest fashion, kuliner, serta industri kreatif lainnya.
Memasuki pekan kedua, kegiatan dilaksanakan serentak di Jakarta, Solo, Palembang, dan Banjarmasin, dengan penerapan transaksi non tunai berbasis QRIS sebagai bagian dari ekosistem digital yang diperkenalkan kepada peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Game Gang Dagang diperkenalkan sebagai media pembelajaran alternatif yang mengandalkan simulasi situasi usaha sehari-hari.
Melalui mekanisme permainan dan tantangan pengambilan keputusan, pengguna diajak memahami berbagai aspek literasi keuangan. Mulai dari penggunaan QRIS, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi, perhitungan laba, hingga pengelolaan utang dan akses permodalan.
Kepala Divisi Implementasi dan Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hery Afrianto menilai, pendekatan edukasi berbasis simulasi dapat membantu meningkatkan pemahaman UMKM terhadap sistem pembayaran digital.
Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan agenda Bank Indonesia dalam mempercepat inklusi keuangan serta membangun ekosistem pembayaran yang aman dan efisien.
Dari sisi penyelenggara, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky Ganda Saputra menyatakan, penguatan literasi keuangan menjadi tantangan mendasar bagi banyak pelaku UMKM, terutama pengusaha pemula.
Dia menjelaskan, Gang Dagang dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Banyak pelaku UMKM yang sudah aktif berjualan, tetapi belum memiliki kebiasaan pengelolaan keuangan yang rapi. Melalui Gang Dagang, kami mencoba menghadirkan pembelajaran yang lebih membumi, dengan simulasi yang dekat dengan aktivitas usaha sehari-hari,” ujar Vicky dalam kesempatan pembukaan NumoFest di Jakarta.
Dia menambahkan, pendekatan berbasis gim dipilih agar proses belajar tidak terasa kaku dan dapat diakses oleh lebih banyak pelaku usaha. Literasi keuangan digital. Hal itu menurut dia, menjadi salah satu kunci keberlanjutan UMKM di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM di era ekonomi digital. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menyebut, inovasi pembelajaran seperti Gang Dagang dapat melengkapi program pemberdayaan UMKM.
Hal itu lanjut dia, selama ini dijalankan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong kesiapan pelaku usaha menghadapi transformasi digital.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
