
Forum Danantara: Powering Indonesia’s Future di Indonesia Pavilion, WEF Davos 2026, Selasa (20/1). (Dok. Danantara Indonesia)
JawaPos.com - Danantara Indonesia memanfaatkan debutnya di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 untuk menampilkan tiga proyek strategis yang menjadi andalan investasi jangka panjang di Indonesia. Ketiga proyek tersebut mencerminkan upaya menghubungkan modal global dengan kebutuhan pembangunan nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tiga proyek strategis yang dipaparkan Danantara meliputi pengembangan fasilitas waste-to-energy di 33 kota, pengembangan obat berbasis plasma darah, serta pembangunan Kompleks Haji berstandar internasional di Makkah. Proyek-proyek ini diperkenalkan dalam sesi “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavilion, Selasa (20/1).
Managing Director Investment Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan proyek-proyek tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi jangka panjang sekaligus sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
“Kami ingin membangun aset yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap investasi dirancang dengan tata kelola yang kuat dan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Stefanus Ade dalam keterangannya, Rabu (21/1).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proyek waste-to-energy dinilai strategis untuk menjawab persoalan lingkungan dan ketahanan energi perkotaan. Sementara pengembangan obat berbasis plasma darah diarahkan untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional.
"dapun Kompleks Haji di Makkah ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah Indonesia dengan standar internasional," jelasnya.
Dalam forum global tersebut, Danantara juga menegaskan mandat gandanya sebagai pengelola investasi negara, yakni mengejar imbal hasil berkelanjutan sekaligus memastikan dampak sosial-ekonomi dapat dirasakan hingga tingkat akar rumput.
Selain memaparkan proyek unggulan, delegasi Danantara Indonesia melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra internasional. Termasuk perusahaan teknologi global dan investor dari Eropa dan Asia, guna menjajaki peluang kolaborasi di sektor energi, teknologi, dan infrastruktur.
Kehadiran Danantara di WEF Davos 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang. Melalui Indonesia Pavilion, Danantara memosisikan diri sebagai platform yang menjembatani modal global dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Selain mengadakan panel diskusi, delegasi Danantara Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan pemangku kepentingan publik seperti Permodalan Nasional Berhad dari Malaysia.
"Serta perusahaan global seperti Google untuk membahas teknologi, LG Sonic untuk membahas solusi pengolahan air, dan berbagai perusahaan Swis untuk membahas waste-to-energy," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022