
Menteri PU Dody Hanggodo saat konferensi pers Laporan Penanganan Pascabencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1). (Istimewa)
JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersiap mengajukan tambahan anggaran untuk program pemulihan dampak Bencana Sumatera. Nilai anggaran yang disiapkan mencapai Rp 74 triliun dan akan diajukan setelah seluruh tahapan administrasi rampung.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, usulan anggaran tersebut saat ini masih berada dalam proses administrasi yang berlaku. Pemerintah, kata dia, wajib menyusun rencana induk atau masterplan sebelum mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan.
“Khusus anggaran, sebetulnya rencana proposal kita itu sekitar Rp 73 triliun atau Rp 74 triliun sebenarnya. Cuma sesuai aturan, kita mesti bikin rencana induk yang kita mesti submit kepada Bappenas untuk direview, kemudian disetujui oleh dewan pengarah semua,” ujar Dody dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/1).
Ia menjelaskan, setelah rencana induk tersebut mendapatkan persetujuan, barulah Kementerian PU secara resmi mengajukan permohonan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan. Saat ini, proses penyusunan masterplan telah rampung.
“Per hari ini, rencana induknya sudah selesai. Begitu lengkap, kita kirimkan ke Kepala Bappenas,” imbuhnya.
Dody mengungkapkan, tambahan anggaran pemulihan bencana itu salah satunya akan dialokasikan untuk pembangunan dan penambahan Sabo Dam di wilayah Gayo Luwes, Aceh. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mengendalikan risiko bencana, khususnya banjir dan longsor.
Namun demikian, nilai anggaran pemulihan bencana tersebut belum sepenuhnya final. Pasalnya, Kementerian PU masih menunggu usulan tambahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dody menegaskan, hal itu sebagaimana sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden (Keppres) terkait dengan tanggung jawab pembangunan infrastruktur yang berada di bawah koordinasi Kementerian PU dan Kemenhub.
“Dana itu sebetulnya belum ditambah dengan usulan tambahan dari Kementerian Perhubungan. Jadi saya lagi nunggu dari Perhubungan, mereka mengusulkan tambahan berapa,” jelasnya.
Salah satu proyek yang dinilai mendesak adalah pembangunan dan perpanjangan runway Bandara Gayo Luwes. Menurut Dody, panjang landasan pacu saat ini sudah tidak memadai untuk menjamin konektivitas wilayah tersebut.
“Misal untuk pembangunan runway bandara Gayo Lues yang wajib diperpanjang, enggak bisa lagi kita pakai 800 meter. Karena kalau jalan kita putus, selesai tuh Gayo Luwes,” tukasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
