
Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Kementerian perhubungan berkomitmen menjadikan pelabuhan tertib seperti bandara dan stasiun. (Istimewa)
JawaPos.com - Para pedagang asongan yang biasa hilir mudik di area pelabuhan di berbagai daerah menjadi salah satu fokus Kementerian perhubungan, dalam membenahi tata kelola pelabuhan di Indonesia.
Pembenahan itu fokus pada peningkatan layanan agar pelabuhan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa.
dalam hal pedagang asongan, pembenahan akan meniru langkah PT KAI dalam membenahi stasiun dan Injourney Airport dalam membenahi bandara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui, kondisi pelabuhan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia Timur saat ini memang belum sepenuhnya ideal.
Jangankan Indonesia Timur, bahkan di Pulau Jawa sekalipun masih banyak pelabuhan yang belum tertata dengan baik.
“Kalau pelabuhan, tidak usah lihat jauh-jauh (ke wilayah Timur) lihatnya di sini saja. Bahwa perlu pembenahan? Iya, perlu pembenahan. Perlu waktu ya, tapi memang kita harus membenahi,” kata Dudy dalam Media Briefing di Jakarta, dikutip Kamis (1/1).
Menurut dia, persoalan ketertiban di pelabuhan tidak bisa dilepaskan dari proses panjang perubahan pola pikir masyarakat.
Meski demikian, Dudy optimistis seiring meningkatnya pendidikan dan kesadaran publik, pemahaman soal keselamatan juga akan ikut tumbuh.
“Saya yakin dengan semakin majunya pendidikan dan sebagainya, pemahaman dan kesadaran akan keselamatan itu meningkat. Jadi butuh waktu, ya memang butuh waktu,” ujarnya.
Dudy juga menyoroti dilema yang kerap dihadapi petugas di lapangan. Di satu sisi, penertiban diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan.
Namun di sisi lain, faktor sosial masyarakat sekitar pelabuhan sering kali membuat penindakan menjadi serba sulit.
“Masih galakan penduduk sekitarlah. Dengan segala alasan, dengan seribu macam alasan. Teman-teman kita sering dihadapkan pada posisi sulit, dilematis. Bertindak keras salah, tidak ditindak malah mengganggu,” tuturnya.
Ia mengakui, kesadaran masyarakat soal ketertiban memang belum merata. Ada yang sudah patuh, namun ada pula yang belum terlalu peduli terhadap aspek keselamatan.
“Jadi kita sebagai bangsa memang harus melewati proses itu. Ada kekurangan dan itu perlu dibenahi,” imbuhnya.
Sebagai contoh, Dudy mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Makassar tahun lalu. Ia menyoroti masih banyaknya pedagang asongan yang bahkan bisa naik hingga ke atas kapal penumpang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
