
PROGRAM SUKSES: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat peluncuran buku Rural Ekonomics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Selasa (15/10).
JawaPos.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) secara resmi meluncurkan buku Rural Ekonomics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa di Jakarta, Selasa (15/10). Buku itu berisi visi, misi, dan road map yang dijalankan Kemendes PDTT dalam membangun perekonomian desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjelaskan, permasalahan utama di desa adalah kemiskinan. Menurut dia, kemiskinan hanya bisa diatasi dengan menciptakan aktivitas perekonomian di desa. ’’Karena itu, tujuan diterbitkannya buku ini adalah untuk sharing bagaimana proses kita menciptakan aktivitas ekonomi di desa,” kata Eko.
Perekonomian desa semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan adanya program dana desa yang disalurkan pemerintah. Pada 2019, secara rata-rata per desa menerima Rp 934 juta. Selama periode 2015–2019, jumlah desa bertambah dari 74.093 menjadi 74.953 desa.
’’Secara akumulasi lima tahun terakhir, pemerintah menyalurkan lebih dari Rp 257 triliun dana desa. Jika ditambah akumulasi ADD (alokasi dana desa) yang Rp 176 triliun, lebih dari Rp 433 triliun uang mengalir ke desa selama 2015–2019,” ujarnya.
Dari sisi pembangunan, Eko menyebutkan bahwa hingga akhir Juli 2019, lebih dari 201.000 kilometer jalan desa terbangun. Setiap desa rata-rata membangun 2,6 kilometer jalan. Selain itu, masih banyak infrastruktur lain yang dibangun. Misalnya, 260.000 MCK, 10.000 polindes, 26.000 posyandu, dan 49.000 sumur.
Meski demikian, dia tidak menampik masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk membangun pedesaan di Indonesia. Dia menyebut pembangunan pedesaan adalah upaya yang tidak mengenal akhir. ’’Yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang. Dengan begitu, secara otomatis permasalahan lain juga berkurang,” ujarnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
