
Ilustrasi OJK.
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada 2026 akan sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2025.
Optimisme tersebut ditopang oleh tren penurunan suku bunga global dan domestik, likuiditas perbankan yang masih memadai, serta dukungan kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, prospek perbankan nasional pada 2026 masih positif.
Penurunan suku bunga global dan domestik diprediksi masih akan terus berlanjut di tahun depan, dan berdampak positif pada beberapa hal.
Di antaranya meningkatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), penurunan biaya dana, serta terjaganya ketersediaan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit.
"Jika penghimpunan dana cukup positif, maka ketersediaan likuiditas akan terjaga dan membantu perbankan dalam melaksanakan penyaluran kredit. Selain itu, penurunan suku bunga secara global juga diharapkan dapat mendorong meningkatnya demand kredit untuk berbagai kepentingan ekonomi, sehingga pertumbuhan kredit diharapkan tetap kuat," kata Dian, Minggu (21/12).
Dari sisi risiko, OJK memproyeksikan kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) diperkirakan berada di kisaran rendah sekitar 2 persen.
Meski demikian, tekanan masih berpotensi muncul dari segmen UMKM yang cenderung tumbuh cepat saat ekonomi ekspansif, namun juga lebih rentan ketika kondisi makro melemah.
"Selanjutnya implementasi berbagai program pemerintah serta dukungan optimal dari kebijakan fiskal, kebijakan perdagangan, kebijakan industri, dan kebijakan investasi akan meningkatkan efek multiplier ke konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha, sehingga juga mendorong permintaan terhadap kredit perbankan," terangnya.
Berdasarkan laporan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan perbankan pada akhir November 2025, proyeksi pertumbuhan kredit disesuaikan dengan kondisi perekonomian global dan domestik yang saat ini masih penuh dengan dinamika.
OJK mencatat, hingga Oktober 2025 kredit perbankan tumbuh 7,36 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 8.220,2 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross sebesar 2,25 persen dan NPL net 0,90 persen.
Loan at Risk (LaR) tercatat 9,41 persen, menurun dibandingkan September 2025. Selain itu, CAR industry perbankan masih tergolong kuat yakni sebesar 26,38 persen pada Oktober 2025.
Sebagai bentuk mitigasi risiko kredit jika terjadi perubahan kondisi eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja debitur, perbankan membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
"Kami melihat bahwa pembentukan CKPN tersebut masih tergolong wajar dan perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif dan bagian dari penerapan prinsip prudensial dalam rangka menjaga kualitas kredit," lanjutnya.
Sementara itu, nilai undisbursed loan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dari Rp 2.372 triliun pada Agustus naik mrnjadi Rp 2.450 triliun per Oktober 2025.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022