
Menaker Yassierli saat membuka acara Executive Meeting of Occupational Safety and Health (OSH) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (29/10/2025)/(Istimewa).
JawaPos.com - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan bahwa indeks alfa yang menjadi salah satu indikator dalam formula penghitungan Upah Minimum Provinsi atau UMP 2026 ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Adapun indeks alfa yang ditetapkan sebesar 0,5 - 0,9.
Menurutnya, tidak ada yang berubah dari formula yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) terkait dengan Pengupahan tersebut. Tetapi memang salah satu poin yang penting adalah terkait dengan Kehidupan Hidup Layak (KHL).
"Tadi formula, tidak ada yang berubah dari formula bahwa kenaikan upah sama dengan inflasi, ditambah pertumbuhan ekonomi, dikali alpha. Alpha inilah yang diputuskan oleh Pak Presiden, nilainya 0,5-0,9," kata Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (17/12).
Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa PP Pengupahan telah dibuat dengan proses yang cukup panjang. Bahkan, sudah melalui tahap kajian yang matang.
Selain itu, Yassierli juga memastikan bahwa kebijakan pengupahan yang telah diterbitkan pemerintah telah ditetapkan berdasarkan aspirasi dari berbagai pihak.
"Kita mendengar aspirasi dari berbagai pihak, dari serikat pekerja, serikat buruh, dari para pengusaha, dan kita juga melakukan kajian akademik," beber Yassierli.
Selain itu, Yassierli juga memastikan bahwa Presiden Prabowo telah memperoleh laporan darinya terkait dengan sejumlah kajian terkait KHL yang menjadi poin penting dalam PP Pengupahan terbaru.
Bahkan, dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga telah mendengar aspirasi langsung dari berbagai pihak terkait dengan formula yang telah ditetapkan. Salah satunya, aspirasi dari serikat pekerja.
"Dan Pak Presiden tentu juga mendengar langsung aspirasi dari serikat pekerja, serikat buruh, dari berbagai pihak. Dan akhirnya beliau menetapkan bahwa ada rumusan formula yang mungkin sekarang sudah tersebar, teman-teman sudah tahu," ujar Yassierli.
Tak hanya formula, dalam PP Pengupahan yang menjadi acuan UMP 2026 tersebut juga tercantum kewajiban terkait dengan upah minimum sektoral, baik provinsi, kota, kabupaten.
Dalam aturan itu, kata dia, ada kewajiban gubernur untuk menetapkan upah minimum provinsi dan upah minimum sektoral provinsi. Selain itu, bagaimana gubernur dapat menetapkan upah minimum kota kabupaten dan upah minimum sektoral kota kabupaten.
"Dan semoga PP ini adalah hasil yang terbaik, bagaimana kita mempertimbangkan aspirasi dari serikat pekerja, serikat buruh. Dengan juga memperhatikan, mempertimbangkan masukan-masukan dari industri, dan kami berharap inilah yang terbaik dan bisa kita jadikan sebagai patokan," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022