
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com – Setelah sebelumnya sempat melontarkan ancaman pembekuan terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini justru memamerkan kemampuan para pegawai Bea Cukai yang dinilainya semakin mumpuni.
Hal itu ia sampaikan usai meninjau dan meresmikan Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan bernama Trade AI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12)
Purbaya menegaskan selama satu tahun ke depan, pemerintah terus mendorong perbaikan menyeluruh di tubuh Bea Cukai. Salah satunya dengan memasang teknologi sebanyak mungkin di pelabuhan-pelabuhan tanah air.
“Langkahnya kita adalah memperbaiki Bea Cukai semaksimal mungkin. Memasang teknologi sebanyak mungkin. Melatih orang sebanyak mungkin,” kata Purbaya.
Baca Juga: Pengen Tampil Kece? Cobain Tips Makeup ala Y2K, Dijamin Bikin Banyak Orang Jadi Terpesona
Ia menceritakan pengalamannya mengamati langsung kemampuan petugas dalam membaca citra hasil pemindaian teknologi itu. Menurutnya, ketelitian para pegawai itu tidak bisa dianggap remeh.
“Tadi kan lihat tuh, orang gambar itu bisa tahu itu apa, barangnya apa. Lu aja pusing kan? Nggak tau itu tekstil, cuman gulung-gulung aja,” jelasnya.
Purbaya mencontohkan lagi bagaimana petugas Bea Cukai mampu mengidentifikasi barang yang sekilas tampak membingungkan menjadi salah satu komoditas sesuai dengan kode HS-nya.
Ia menyebut, ternyata Bea Cukai sendiri sudah melatih para pegawainya untuk bisa cekatan dan terlatih melihat hasil pemindaian itu. Ia bahkan menyamakan ketelitian dan ketajaman pegawai Bea Cukai dengan hewan pelacak terlatih.
“Ada lagi yang baja, mereka bisa ditekstil. Saya juga heran. Jadi kita udah melatih cukup banyak orang, tadi udah bilang 60 orang ya,” ujar Purbaya.
“Yang punya kemampuan seperti itu lah, kalau itu anjing pelacak yang jago. Itu susah melatihnya. Yang itu yang mesti kita maintain dan kita jaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menegaskan kembali komitmen pimpinan DJBC dalam memperbaiki kinerja lembaga tersebut. Terlebih, ia pun mengakui bahwa untuk menjaga kualitas SDM yang sudah terbentuk jauh lebih penting, dibandingkan menebar ancaman pembekuan kepada mereka dan harus melatih pegawai mulai dari nol.
“Karena kalau membangun yang baru mungkin nggak segampang itu. Jadi kita luruskan aja semuanya. Jadi langkah kita itu,” tutur Purbaya.
“Pak Dirjen (Djaka Budhi Utamna) juga clear komitmen yang terbaiknya teman-teman Bea Cukai juga sama,” tukasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
