
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (6/11/2025) yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara. (Biro Pers Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan pabrik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Kamis (6/11).
Prabowo menyampaikan apresiasi atas pembangunan proyek strategis ini dan menjamin keamanan bagi investor yang dapat memberikan manfaat bersama.
“Kehormatan kita adalah mitra siapapun. Apalagi mitra dari luar datang ke kita, investasi uang mereka, yang mereka cari dengan susah payah puluhan tahun. Mereka percaya sama kita. Di sini mereka beri manfaat kepada kita, kita harus amankan,” kata Prabowo, yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara itu dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa proyek strategis ini memiliki nilai investasi sebesar USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun.
Nilai ini menjadikan pabrik tersebut sebagai salah satu investasi petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Dengan pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya. 70 persen adalah substitusi impor, 30 persen kita ekspor. Total nilainya, revenue-nya, jualannya per tahun, itu USD 2 miliar. Jadi 1,4-1,5 di sini, sisanya kita ekspor,” ujar Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga menyebut bahwa sebelumnya pabrik ini sempat mangkrak selama sekitar 5-6 tahun. Namun kemudian berkat upaya dari Kepolisian dan Kejaksaan Agung (Kejagung), akhirnya pembangunan pabrik tersebut bisa dilanjutkan.
"Proyek ini sempat mangkrak selama 5-6 tahun. Kami jadi kepala BKPM, setelah itu membuat Satgas Investasi jadi yang menyelesaikan tanah ini adalah kepolisian sama kejaksaan. Jadi karena itu kontribusi Polri, Kejaksaan sangat luar biasa. Dan ini banyak yang masuk sekolah gara-gara proyek ini waktu proses pembangunannya," jelas Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga melaporkan bahwa proyek Lotte Chemical ini diresmikan sebagai bentuk kerja sama antara Presiden Indonesia dengan Presiden Korea saat itu di Busan.
Kemudian, proyek itu dinamakan New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ia menyebut bahwa proyek ini berhasil dibangun dengan nilai investasi mencapai USD 3,9 miliar. Namun karena ada cost of run, biayanya membengkak jadi USD 4 miliar. Dia menyebut jika dirupiahkan, nilai investasi itu mencapai sekitar Rp 63-64 triliun.
"Ini merupakan investasi terbesar Petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Jadi ini proyek terbesar, karena mereka punya juga ada Lotte di Malaysia, tapi di sini paling besar," pungkasnya.
Sebagai informasi, di pabrik ini, bahan baku berupa naphta diproses menjadi produk hulu dan hilir untuk selanjutnya menjadi bahan baku penting pembuatan produk. Mulai dari botol plastik, kabel, hingga bumper mobil.
Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri hilir, meningkatkan neraca perdagangan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
