
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan langkah tegas pemerintah dalam memperkuat sistem perpajakan digital. Setelah muncul kabar kebocoran data Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Purbaya mengaku bakal menggandeng sejumlah hacker top asal Indonesia untuk memperbaiki sistem tersebut.
“Kemarin kan ada data Coretax, ternyata dijual di luar ya, ada yang bolong gitu. Sekarang hampir pasti udah gak bisa lagi, dan kita juga udah panggil hacker kita, yang jago-jago orang Indonesia ya, bukan orang asing, yang jago-jago,” kata Purbaya dalam Media Briefing belum lama ini, dikutip Minggu (26/10).
Ia menegaskan, para peretas yang direkrut merupakan talenta siber terbaik Tanah Air yang sudah diakui di level internasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan data perpajakan agar kejadian serupa tak terulang.
Selain itu, Purbaya juga memastikan akan membayar seluruh hacker tersebut untuk bisa menjaga sistem perpajakan digital tersebut.
“Anda jangan kira loh, orang Indonesia tuh hackernya jago-jago banget, di dunia juga ditakutin rupanya. Saya panggil yang ranking-ranking dunia itu, yang jagoan, kita bayar sih, bantuin saya. Jadi sudah di-test, udah lumayan,” tutur Purbaya dengan nada santai.
Bendahara negara itu juga menyampaikan bahwa hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dari kinerja Sistem Coretax. Kinerja non-transactional performance sistem yang semula bermasalah kini sudah mencapai 95 persen lebih baik.
“Dari problem kritis yang sering dialami pengguna, itu sudah cukup banyak terasa sih, sesuai target awal kita,” lanjutnya.
Namun, Purbaya tak menutup mata atas berbagai kelemahan teknis yang sempat ditemukan di sistem Coretac. Ia bahkan menyebut secara jenaka bahwa kualitas programmer yang diberikan sebelumnya untuk mengerjakan Coretax masih jauh dari standar profesional.
“Begitu mereka dapet source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'Wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA'. Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya,” ujar Purbaya.
Selain itu ia menilai bahwa Indonesia memang sering terkena kibul bangsa Asing. Kebanyakan kita terlalu terlena dengan kemegahan dan ketenaran bangsa asing, padahal dari sisi digital Indonesia sangatlah kuat dan punya banyak orang jago.
"Jadi ya memang Indonesia lah sering dikibulin asing, begitu asing. Wah, apalagi K-pop. Wah K-pop nih, tapi di bidang programmer beda ya, di K-pop, di film sama di nyanyi, program beda," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022