
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan pernyataan usai buka program magang nasional di kantor Kemnaker, Senin (20/10). (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com - Program Pemagangan Nasional Batch I resmi bergulir. Program ini menjadi pintu masuk bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja, sekaligus memperkuat daya saing mereka di pasar tenaga kerja.
"Alhamdulillah pada pagi hari ini kita laksanakan pembukaan program Magang Nasional, sebuah inisiatif strategis tentu dari Pak Presiden, Pak Prabowo, dan kemudian memberikan arahan kepada Pak Menko, dan yang melaksanakan adalah Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di kantor Kemnaker, Senin (20/10).
Ia menjelaskan, Skema magang ini berlangsung selama enam bulan dengan uang saku setara upah minimum yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
"Pemerintah memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi selama enam bulan, dengan uang saku dibayar oleh pemerintah sesuai dengan upah minimum," lanjutnya.
Program ini dijalankan berdasarkan Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 yang berfokus pada peningkatan pengalaman praktis dan perluasan akses kerja bagi fresh graduate.
Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Oktober 2025, animo dunia usaha dan para pencari magang langsung membludak.
Berdasarkan data Barenbang Naker, tercatat 1.668 perusahaan mengajukan diri dengan total 26.181 slot magang.
Setelah proses verifikasi, 20.457 posisi dinyatakan layak. Dan dari seleksi yang diumumkan pada 19 Oktober lalu, sebanyak 15.876 peserta resmi diterima di batch perdana.
"Pengumuman pada tanggal 19 Oktober kemarin tercatat 15.876 orang, yang ditetapkan sebagai peserta magang pertama adalah 14.913. Yang sebagian hadir langsung dan sebagian lainnya hadir dalam kanal Youtube yang sudah kita sediakan," ungkap Yassierli.
Karena antusiasme yang tinggi dan waktu seleksi yang terbatas, pemerintah memastikan akan membuka gelombang kedua pada 21-23 Oktober 2025.
Tiga provinsi dengan partisipasi perusahaan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti adanya jarak antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.
Dia menyebut program ini sebagai jembatan untuk menyerap sebagian dari ledakan angkatan kerja baru setiap tahun.
"Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi agar siap masuk ke dunia kerja," kata Airlangga.
Dia juga mengapresiasi antusiasme para peserta dan perusahaan yang terlibat. Persaingan untuk lolos program ini terbilang ketat, dengan rasio satu posisi magang diperebutkan oleh sekitar 200 pendaftar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
