
Ilustrasi Pertamina. PT Pertamina Patra Niaga mengapresiasi gerak cepat aparat terkait adanya aksi pembajakan mobil tangki BBM.
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) terus berinovasi dalam mengelola sektor hulu migas. Melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), perusahaan kini memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memantau ribuan sumur di Wilayah Kerja (WK) Rokan).
Teknologi ini dijalankan lewat Digital & Innovation Center (DICE), pusat digitalisasi yang memantau aktivitas hulu migas secara real-time. Mulai dari memantau pengeboran, pengapalan, lifting, hingga operasional produksi.
Operation Head Subsurface Development & Planning Zona Rokan Mochamad Taufan menjelaskan, seluruh operasional ribuan sumur kini bisa dimonitor secara terintegrasi dari fasilitas DICE.
"DICE membantu mengintegrasikan data-data terutama dari sumur yang jumlahnya ribuan sehingga bisa diolah menjadi suatu rekomendasi secara cepat dan tepat dengan menggunakan AI," ujar Taufan, saat kunjungan media ke Rumbai, Pekanbaru, Kamis (16/10).
Menurut Taufan, digitalisasi ini sangat penting mengingat luasnya WK Rokan. Melalui dukungan AI, Rokan berhasil menahan laju penurunan produksi yang semula mencapai sekitar 11% per tahun menjadi nol persen sebelum alih kelola.
66 Layar Pantau, Ribuan Sumur dalam Satu Dashboard
Fasilitas DICE dilengkapi 66 layar digital yang menampilkan data operasional dalam bentuk dashboard interaktif.
Informasi yang dipantau mencakup aktivitas pengeboran, jadwal terintegrasi (Integrated Drilling Schedule), penyiapan lokasi pengeboran, pembangunan fasilitas sumur minyak, hingga pengelolaan produksi dan perawatan peralatan.
"Manajemen PHR menggunakan data dan pemantauan DICE sebagai pertimbangan untuk proses pengambilan keputusan," jelas Taufan.
WK Rokan memiliki luas wilayah 6.400 km², dengan 12.600 sumur aktif, 35 stasiun pengumpul, dan 13.200 km jaringan pipa alir, ditambah 500 km jaringan shipping line.
"Jaringan pipa ini kalau dibentangkan dari Sabang sampai Merauke bisa hampir tiga kali bentangan. Pengeboran sumur pengembangan di WK Rokan juga sangat masif sekitar 500 sumur per tahun atau lebih dari 50 persen pengeboran sumur pengembangan di Indonesia ada di WK Rokan," imbuh Taufan.
OPTIMUS: AI yang Bikin Efisiensi Rp 762 Miliar
Pemanfaatan teknologi AI ini merupakan bagian dari program Optimization Upstream (OPTIMUS) di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.
Program ini ditargetkan menghasilkan efisiensi operasional hingga USD 46 juta atau setara Rp762 miliar pada akhir 2025.
Selain meningkatkan efisiensi, OPTIMUS juga menjadi simbol budaya baru di tubuh Pertamina yang menekankan kolaborasi, optimalisasi proses, dan pemanfaatan teknologi modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
