Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelum memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melayangkan pujian terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa karena sudah menerapkan kebijakan ekonomi sesuai dengan mazhabnya yang ia kenal sejak era Presiden Joko Widodo. Salah satu, kebijakan yang Luhut puji yakni perihal kebijakan Purbaya mengguyur cash terhadap sistem perekonomian, sehingga bisa menggerakkan pasar dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian.
"Dan saya pikir Menteri Keuangan sudah mengatakan tadi dengan (ekonomi RI) 5,2 mudah-mudahan kita 5,1-5,2 bisa didapat. Nah ini tergantung sekarang dengan mazhabnya Menteri Keuangan. Dari dulu waktu saya Kepala Staf Presiden, beliau ini juga sebagai deputi saya, selalu polanya di situ," kata Luhut dalam acara bertajuk '1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran' di Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
"Bagaimana market itu diguyur dengan cash, dengan dana, uang yang berputar di market," tambahnya.
Lebih lanjut, Luhut juga menyampaikan sejak pemerintahan Jokowi, dirinya sudah menilai ada sesuatu hal yang tidak baik-baik saja terhadap sistem keuangan Indonesia. Namun, kata dia, hal yang tidak baik itu sedikit demi sedikit sudah memudar. Seiring dengan kebijakan Purbaya yang mengguyur dana pemerintah senilai Rp 200 triliun kepada lima bank milik negara.
"Saya sudah bersampaikan waktu itu pada Presiden yang lalu, kita ada yang salah dengan Republik ini, dengan sistem keuangan kita. Di mana APBN masuk keluar, tapi nanti disedot lagi oleh Bank Sentral. Dan, itu yang terjadi, sehingga M0-nya rendah," jelas Luhut.
"Nah, sekarang saya lihat dengan kesempatan ini, saya lihat Menteri Keuangan yang baru, dia mendorong betul mazhabnya dia ini untuk mengguyur market itu dengan tadi dia taruh Rp 200 triliun di perbankan. Dan itu saya kira langkah yang sangat bagus," tambahnya.
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Jokowi ini mengaku bahwa Purbaya dulunya merupakan deputi dalam lembaga yang ia pimpin. Melalui kebijakan Rp 200 triliun yang dinilainya bagus, diakui Luhut, banyak kebijakan-kebijakan di era Jokowi yang memang bersumber darinya.
"Karena saya ngalamin dengan dia, karena itu Presiden waktu itu Pak Jokowi, tanya saya karena Pak Purbaya deputi saya, dia yang saran kepada saya, Pak harus begini, menurut dia. Tapi saya juga lama-lama saya pikir-pikir, benar juga," ujarnya.
Luhut juga menilai bahwa kebijakan Menkeu Purbaya untuk mengguyur bank Himbara dengan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun adalah salah satu langkah yang tepat. Bahkan, ia menilai saat ini sudah menunjukkan hasilnya.
"Injeksi ideal pemerintah di Rp 200 triliun yang diberikan Menteri Keuangan ini, sudah mulai kita lihat menunjukkan hasil," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022