
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pembubaran Satgas BLBI. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudha mengungkapkan alasan atas keinginannya untuk membubarkan Satgas BLBI atau Satuan tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Selain karena memang hasilnya minim dan hanya membuat gaduh, Purbaya juga ingin agar pemerintah bisa berpikir maju ke depan dan melupakan apa yang terjadi saat Krisis Moneter 1998.
"Minimum kan? (hasilnya) Ributnya besar kan? Besar. Ngapain yang kita ribut-ribut terus nggak dapet apa-apa. Tapi kalau potensinya besar saya akan terusin. Tapi kalau track recordnya seperti sekarang, ribut-ribut doang, ya buat apa?" kata Purbaya saat ditemui di Kantor DJP Pusat, Jakarta Selatan, Senin (13/10).
"Kita maju ke depan, move forward. Jadi lupain deh krisis 1998, udah 25 tahun lebih kan. Kita lupakan. Kita maju ke depan. Semua program untuk kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," tambahnya.
Meski begitu, bendahara negara ini memastikan bahwa opsi pembubaran Satgas BLBI itu hingga saat ini belum dilakukan olehnya. Pasalnya ada beberapa hal yang menurutnya perlu diperiksa.
Kendati demikian, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini secara pribadi memang berkeinginan untuk membubarkan Satgas BLBI yang diketahui telah dibentuk sejak tahun 2021 itu.
"Belum, belum. Nanti saya akan periksa lagi seperti apa. Saya lihat dulu ya. Kalau saya sih maunya saya bubarin, tapi saya cek lagi," tuturnya.
Saat ditanya perihal komitmen pemerintah untuk bisa menggenjot penambahan aset dari dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tidak dikembalikan oleh para obligor dan debitur pasca krisis 1998. Ia mengaku penagihan yang terkait dengan BLBI masih bisa dilakukan tanpa harus dibentuk satgas oleh pemerintah.
"Nanti saya lihat berapa sih ininya. Tapi nggak usah pakai Satgas, tagih aja sendiri, bisa kan?" pungkasnya.
Sebelumnya, opsi untuk membubarkan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) pertama kali disampaikan oleh Menkeu Purbaya dalam acara Media Gathering APBN 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10). Kemudian, bendahara negara ini menilai, kehadiran Satgas BLBI hanya membuat keributan. Sementara, pendapatan yang bisa diperoleh negara tidak besar.
"Satgas BLBI, nanti masih dalam proses (untuk menentukan keputusan). Itu jika nanti saya lihat seperti apa ini, tapi saya sih melihatnya kelamaan, hasilnya enggak banyak-banyak amat, membuat ribut saja, income-nya enggak banyak-banyak amat," kata Purbaya.
"Daripada bikin noise, mungkin akan kita akhiri satgas itu. Tapi akan saya asses lagi sebelum kita ambil langkah itu," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022