
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memastikan anggaran negara tidak menganggur hingga akhir tahun. Ia menyampaikan, dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terserap bisa dialihkan ke program lain yang lebih siap, termasuk bantuan langsung berupa beras 10 kilogram untuk masyarakat.
“Bukan negur, kita bantu. Justru kita bantu secepatnya. Kalau enggak bisa juga kita ambil duitnya, fair kan? Daripada nganggur kan duitnya, kan saya bayar bunga juga. Saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap, atau ke masyarakat langsung seperti perluasan bantuan tadi ya, 2x10 kg beras, nantikan bisa diperpanjang di situ,” ujar Purbaya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Minggu (21/9).
Ia menegaskan, langkah ini bukanlah bentuk teguran bagi kementerian/lembaga pelaksana, melainkan strategi percepatan agar anggaran bisa segera dinikmati oleh masyarakat. Bahkan, secara tegas ia menyampaikan dukungannya terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
“Kalau memang tidak bisa diserap, tapi kalau bisa diserap, bagus. Jadi saya enggak negur, tapi saya mendukung. Tapi kalau enggak jalan, ambil duitnya,” jelasnya.
Pada kesempatan berbeda, Menkeu Purbaya juga menyampaikan jika hingga akhir Oktober penyerapan anggaran MBG belum optimal, Kementerian Keuangan akan melakukan perhitungan dan mengambil tindakan pengalihan. Tak hanya untuk program bansos beras, tetapi juga akan digunakan untuk mengurangi defisit hingga utang.
“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapannya hanya sekian, ya kita ambil juga uangnya. Kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang,” kata Purbaya dalam Media Briefieng di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Ia memastikan, tidak ada istilah dana menganggur di kementerian yang di-earmark hingga akhir tahun. Semua anggaran harus terserap atau dialihkan ke program lain yang lebih berdampak langsung. “Jadi pada dasarnya enggak ada uang anggur di departemen di kementerian. Kira-kira begitu langkahnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Menkeu Purbaya juga memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga mendukung strateginya ini. Terlebih, dengan penarikan anggaran bukan berarti menghapus program prioritas, justru kata dia, jika anggarannya terserap dengan cepat akan kembali ditambah oleh pemerintah.
“Kalau uangnya enggak bisa diserep, dia setuju juga, enggak bisa diserep. Enggak merubah apa-apa kan, dia bilang saya ok, boleh dia, bagus,” katanya.
“Justru kita membantu MBG biar diserep lebih cepat. Tapi kalau saya enggak ada sanksi, ya mereka santai-santai aja lah. Ini stick and carrot. Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya. Tapi hitungan kita enggak mungkin keliatannya, makanya kita mau lihat dan kita perbaiki, kita bantu,” pungkas Purbaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022