Gedung Kementerian BUMN. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini mengalami kekosongan kepemimpinan, semenjak Erick Thohir memperoleh jabatan baru dari Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Bahkan, di tengah kekosongan kepemimpinan lantaran Presiden Prabowo yang belum menunjuk pejabat baru, justru mencuat kabar terkait pembubaran Kementerian BUMN yang telah berdiri sejak tahun 1998 ini.
Mengutip laman resmi Kementerian BUMN, lembaga ini telah melalui sejumlah fase sejak awal 1970-an hingga menjelma menjadi kementerian penuh seperti saat ini.
Jejaknya dimulai pada tahun 1973. Saat itu, urusan pembinaan BUMN masih ditangani tim kecil setingkat Eselon II dengan nama Direktorat Persero dan Pengelola Keuangan Perusahaan Negara (PKPN). Seiring berjalannya waktu, nomenklaturnya berubah menjadi Direktorat Persero dan Badan Usaha Negara (BUN), sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Direktorat Pembinaan BUMN pada awal 1990-an.
Memasuki periode 1993–1998, peningkatan tantangan dan kompleksitas pengelolaan membuat organisasi naik kelas. Lalu, direktorat ini dilebarkan menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Badan Usaha Negara (DJ PBUN) setingkat Eselon I.
Kemudian, pada 1998 menjadi momen bersejarah. Pemerintah resmi membentuk Kementerian BUMN, sekaligus mengalihkan kedudukan, tugas, dan wewenang Kementerian Keuangan sebagai pemegang saham perusahaan negara kepada Menteri Pemberdayaan BUMN.
Selanjutnya, dinamika politik dan pemerintahan membuat kementerian ini mengalami pasang surut. Pada periode 2000–2001, struktur organisasi sempat diturunkan kembali menjadi setingkat Eselon I di bawah Departemen Keuangan.
Bahkan tidak lama berselang, pada akhir 2001, pemerintah mengembalikannya lagi menjadi Kementerian Negara Pendayagunaan BUMN/Kepala Badan Pembinaan BUMN.
Sejak saat itu, status kementerian tetap dipertahankan hingga sekarang dengan nama Kementerian BUMN. Untuk diketahui, lembaga ini memegang peran strategis dalam membina, mengawasi, sekaligus mengarahkan perusahaan negara agar selaras dengan kebijakan pemerintah demi kemajuan ekonomi nasional.
Terakhir, setelah melalui perjalanan lebih dari lima dekade, wewenang Kementerian BUMN beralih kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 24 Februari 2025.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
