Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 00.33 WIB

14 Kontainer Asal Filipina Terpapar Radioaktif Cesium-137, Bapeten Pastikan Bukan Berisi Udang Beku

Petugas melakukan pemeriksaan kontainer dari Filipina yang masuk di Tanjung Priok. Kontainer itu menunjukkan kontaminasi radioaktif Cesium-137. (Dokumentasi Bapeten) - Image

Petugas melakukan pemeriksaan kontainer dari Filipina yang masuk di Tanjung Priok. Kontainer itu menunjukkan kontaminasi radioaktif Cesium-137. (Dokumentasi Bapeten)

JawaPos.com - Lagi-lagi beredar bocornya radioaktif berbahaya Cesium-137. Kali ini ditemukan pada 14 kontainer asal Filipina di Tanjung Priok. Setelah diperiksa, belasan kontainer itu tidak berisi udang beku seperti yang ramai diperbincangkan. Meskipun begitu Badan Pengawas Tenaga Nuklir ( Bapeten) merekomendasikan kontainer itu dikirim balik ke negara asal.

Koordinator Komunikasi Publik Bapeten Abdul Qohhar mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan oleh petugas secara menyeluruh. Hasilnya memang dideteksi ada pancaran radioaktif Cesium-137. "Kami ingin menyampaikan bahwa 14 kontainer tersebut bukan berisi udang beku. Melainkan zinc concentrate powder yang memang berasal dari Filipina," jelasnya, Rabu (17/9). 

Qohhar menegaskan Bapeten telah merekomendasikan untuk diekspor kembali ke negara asal untuk seluruh kontainer tersebut. Keputusan itu diambil setelah dilakukan pemeriksaan pada 11 September. Bapeten menugaskan Mobile Expert Support Team (MEST) melakukan pemeriksaan tambahan (secondary inspection) ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk menindaklanjuti informasi pada 10 September 2025 tentang adanya 9 kontainer (dari total 14) produk impor yang memicu alarm peringatan pada Radiation Portal Monitor (RPM). Peringatan itu keluar karena laju hitungan radiasinya melebihi ambang batas yang ditetapkan. 

Selanjutnya tim MEST Bapeten melakukan pengecekan secara langsung terhadap seluruh kontainer yang diduga terkontaminasi zat radioaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh kontainer tersebut memberikan paparan laju dosis radiasi yang jauh lebih tinggi dari nilai laju dosis latar (sebesar 6-800 kali). 

Selanjutnya tim Bapeten melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan peralatan identifikasi radionuklida. Hasilnya menunjukkan keseluruhan paparan radiasi tersebut diakibatkan adanya keberadaan nuklida Cesium 137 di dalam kontainer.

Untuk memastikan nuklida Cesium-137 terdapat di dalam kontainer atau merupakan kontaminasi di dinding luar kontainer, tim MEST Bapeten melakukan tes usap untuk memastikannya. Dari hasil tes usap, menunjukkan bahwa dinding luar kontainer bebas kontaminasi zat radioaktif. Sehingga dapat dipastikan bahwa nuklida Cesium-137 berada di dalam kontainer. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, Bapeten merekomendasikan untuk mengembalikan seluruh kontainer ke negara asal. Karena terbukti terdapat kontaminasi nuklida Cesium-137 di dalam kontainer. Bea Cukai Tanjung Priok dan pihak importir akan segera memproses pengembalian seluruh kontainer terkontaminasi ke negara asal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore