Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 04.44 WIB

Surplus Dagang RI-Chile Capai Rp 2,36 Triliun, Mendag Dorong Optimalisasi IC-CEPA

Pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7). (Dok. Kemendag) - Image

Pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7). (Dok. Kemendag)

JawaPos.com - Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Chile sebesar USD 132,1 juta atau sekitar Rp 2,36 triliun sepanjang Januari-Mei 2026. Di tengah capaian tersebut, pemerintah mendorong optimalisasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Chile selama Januari-Mei 2026 mencapai USD 226,2 juta atau sekitar Rp 4,05 triliun. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD 179,1 juta (sekitar Rp 3,21 triliun) dan impor dari Cili sebesar USD 47,1 juta (sekitar Rp 843 miliar).

Penguatan kerja sama ekonomi tersebut menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Luar Negeri Chile José Francisco Pérez Mackenna di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7). Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas langkah untuk mengoptimalkan implementasi IC-CEPA yang telah berlaku secara bertahap.

"Indonesia mengapresiasi penguatan hubungan perdagangan dengan Chile yang terus menunjukkan kemajuan positif dan menjanjikan. Indonesia dan Chile sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA. Hal yang perlu kedua negara lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkan perjanjian ini untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar kedua negara," ujar Mendag Busan dalam keterangannya.

Budi menjelaskan implementasi IC-CEPA terus dikembangkan secara bertahap. Setelah sektor perdagangan barang berlaku sejak 2019 dan perdagangan jasa mulai diimplementasikan pada 2025, Indonesia dan Chile kini melanjutkan perundingan sektor investasi yang diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat.

"Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini. Kami harapkan hasil perundingan yang cepat, seimbang, dan berorientasi jangka panjang," ujar Mendag Busan.

Selain mengoptimalkan perjanjian dagang, Mendag menilai hubungan perdagangan kedua negara masih memiliki ruang untuk diperluas. Karena itu, pemerintah mengusulkan pembentukan forum bisnis yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari Indonesia maupun Chile.

"Perlu ada pendekatan antara pelaku usaha (business-to-business/B2B) Indonesia dan Chile, misalnya melalui konsil bisnis (business council). Interaksi pelaku usaha Indonesia dan Chile akan semakin mempercepat peningkatan perdagangan kedua negara," kata Mendag Busan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Chile José Francisco Pérez Mackenna menyampaikan optimisme terhadap prospek hubungan ekonomi kedua negara. Menurutnya, peluang kerja sama tidak hanya terbuka di sektor perdagangan, tetapi juga pada bidang pendidikan teknik, farmasi, serta pengembangan teknologi hijau.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore