Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 01.07 WIB

Pemerintah Reekspor ke Filipina 14 Kontainer Terpapar Cs-137, Menko Zulhas Perketat Pengawasan Udang Beku

Ilustrasi udang beku asal Indonesia terkontaminasi radioaktif (Senivpetro/Freepik) - Image

Ilustrasi udang beku asal Indonesia terkontaminasi radioaktif (Senivpetro/Freepik)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia mengirim kembali (reekspor) 14 kontainer asal Filipina. Sembilan dari 14 kontainer asal Filipina itu terpapar radioaktif Cesium-137 (Cs-137)

Keempatbelas kontainer tersebut, kata Zulhas, berisikan scrap. Sekadar informasi, scrap adalah sisa atau limbah logam yang masih bisa didaur ulang untuk digunakan kembali, seperti besi bekas, sisa potongan logam, atau produk rusak.

"Saudara-saudara, kita ini, Indonesia ini sebetulnya menjadi korban. Korban, karena di saat bersamaan (udang beku ditolak AS), pemerintah kita menemukan ada 14 kontainer (isi scrap) yang berasal dari Filipina, terdeteksi paparan Cs-137," kata Zulhas setelah Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di kantornya, Jakarta, Jumat (12/9).

Disampaikan oleh Zulhas, dari 14 kontainer tersebut sembilan diantaranya terpapar Cs-137. Temuan itu terkuak setelah otoritas berwenang melakukan pengecekan usai munculnya penolakan oleh Amerika Serikat atas komoditas udang beku yang berasal dari Cikande, Serang, Banten.

Pencemaran Cs-137 yang ada di udang beku tersebut diduga berasal dari pabrik peleburan stainless steel, PT Peter Metal Technology Indonesia (PMT). Mengenai hal ini, Zulhas pun menegaskan bahwa keamanan pangan telah menjadi prioritas utama.

Bahkan, dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, pihaknya telah melokalisir dan menutup dugaan sumber pencemaran. "Utamanya yaitu PT PMT (Peter Metal Technology) sudah dilokalisir. Dan segera, untuk rapat kita ini, segera dilakukan dekontaminasi wilayah terdampak. Segera, setelah ini akan dilakukan dekontaminasi," jelas dia.

Terkait investigasi, Zulhas menegaskan akan dilakukan secara hati-hati menggunakan pendekatan ilmiah dan sesuai standar internasional. Keamanan pangan tetap akan menjadi prioritas utama.

Selain itu, pihaknya juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan penanganan ini dari Menko Pangan dan instansi terkait. Rapat perihal ini pun sudah dilakukan dua kali.

Dia memastikan pemerintah akan menaruh perhatian penuh atas persoalan dugaan pencemaran pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten.  

"Industri udang adalah aset kebanggaan nasional kita yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja, berkontribusi besar terhadap ekspor Indonesia. Tentu pemerintah sangat berkomitmen melindungi, nelayan pekerja dan pelaku usaha terhadap dampak isu ini. Itu tugas pemerintah melindungi nelayan pekerja, para pengusahanya," jelasnya.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah melakukan pemeriksaan kepada masyarakat di sekitarnya untuk menggali potensi masyarakat yang terdampak. Sebelumnya, makanan laut yang diimpor dari sebuah perusahaan di Indonesia dan telah dipasarkan di 13 negara bagian AS oleh raksasa ritel Walmart diputuskan ditarik (recall).

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di situs webnya. Diberitakan kantor berita AFP, pada Rabu (20/8) lalu, penarikan ini dilakukan menyusul terdeteksinya isotop radioaktif Cs-137 pada udang yang diimpor melalui sebuah perusahaan di Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore