
Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) audiensi dengan ZARFIX, ekosistem Hyper Apps berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Web3 karya anak bangsa. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) melakukan audiensi dengan ZARFIX, ekosistem Hyper Apps berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Web3 karya anak bangsa. Pertemuan itu mendorong percepatan digitalisasi UMKM di Indonesia.
Audiensi ini diterima langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, untuk membahas akselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha kreatif dan UMKM Indonesia.
Wamen EKRAF, Irene Umar menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif inovasi lokal ini. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia. Namun, adopsi digital belum merata," ucapnya.
"Inovasi seperti ZARFIX bisa menjadi akselerator, karena memungkinkan pelaku usaha mengakses teknologi dengan cara yang lebih mudah, murah, dan inklusif. Kolaborasi semacam ini penting untuk mendorong the new engine of growth menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Neil Hilman, menekankan pentingnya relevansi solusi ZARFIX dengan kebutuhan riil UMKM.
“Pelaku usaha membutuhkan platform yang langsung menjawab kebutuhan mereka bagaimana produk bisa lebih cepat dikenal, dipercaya, dan terjual. Jika ini tercapai, barulah integrasi dengan teknologi lanjutan seperti blockchain dan Web3 akan semakin kuat,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi ZARFIX dalam mempertegas komitmen sebagai platform akselerator digitalisasi UMKM.
Zarfix menghadirkan solusi terpadu yang mengintegrasikan AI Content Generator, Marketplace Kolaboratif, Influencer Campaign, Supply Chain Digital, hingga integrasi Web3 untuk mendorong daya saing pelaku usaha kreatif Indonesia.
“Zarfix hadir bukan hanya sebagai aplikasi, melainkan sebagai ekosistem yang membangun jembatan antara teknologi cerdas dan realitas usaha di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha kecil, pengrajin, hingga brand kreatif baru bisa tumbuh dengan dukungan teknologi yang sederhana, praktis, dan berdampak nyata," ujar Ahmad Abdul Ghofar, Co-Founder ZARFIX.
"Sebagai karya kreatif anak bangsa, ZARFIX adalah bukti bahwa talenta lokal mampu menghadirkan solusi kelas dunia dengan sentuhan kearifan lokal. Kami membangun AI yang sesuai dengan Culture Business Indonesia, sehingga teknologi ini benar-benar relevan, ramah, dan mudah diadopsi oleh para pelaku usaha. Visi kami adalah menjadikan UMKM Indonesia bukan hanya bertahan, tetapi memimpin di era digital,” pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
