Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 03.20 WIB

Prabowo Disebut Bakal Tetapkan 6 KEK Baru, Salah Satunya Kawasan Industri Halal di Sidoarjo

ILUSTRASI. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (istimewa) - Image

ILUSTRASI. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (istimewa)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto bakal menetapkan bakal menetapkan 6 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam Konferensi Pers Kinerja KEK Kuartal II 2025, di Kantornya, Selasa (9/9). 

Namun Susi memastikan, penambahan 6 KEK itu masih harus menunggu persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). 

"Nah sebagai tambahan selain 25 KEK yang sudah operasional Masih ada 6 KEK yang menunggu persetujuan PP-nya, Menunggu penetapan dari Bapak Presiden," kata Susiwijono. 

Dia menyampaikan, salah satu KEK yang akan ditetapkan oleh Prabowo adalah KEK Halal Sidoarjo. Nantinya, KEK itu akan menjadi value chain dunia dengan potensi yang sangat besar. 

"KEK Halal Sidoarjo akan menjadi bagian halal value chain di dunia yang potensinya sangat besar sekali untuk melibatkan Indonesia di dalam rantai pasok industri halal,” jelas Sesmenko. 

Sebelumnya, Sesmenko yang juga selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyampaikan bahwa realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga 30 Juni 2025 secara kumulatif mencapai Rp 294,4 triliun. 

Dia mengatakan, jumlah tersebut tersebar di 25 KEK di berbagai daerah dengan fokus s sektor industri, manufaktur, digital, pariwisata dan kesehatan, serta jasa lainnya seperti Maintenance Repair Overhaul (MRO). 

"Secara kumulatif, total realisasi investasi di KEK telah mencapai Rp294,4 triliun, dengan tambahan investasi Rp40,48 triliun sepanjang semester I 2025, didominasi oleh KEK sektor industri pengolahan dan manufaktur seperti KEK Gresik, Galang Batang, Kendal, Tanjung Sauh, dan Sei Mangkei," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa pada periode yang sama, KEK berhasil menyerap 28.094 tenaga kerja atau 56,4 persen dari target tahun ini, menambah total penyerapan tenaga kerja menjadi 187.376 orang dengan 442 pelaku usaha, didominasi oleh KEK Gresik, Industropolis Batang, Kendal, Nongsa, dan Mandalika. 

Dia pun merinci, dari sisi perdagangan, beberapa KEK seperti Sei Mangkei, Palu, Bitung, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Kendal, dan Gresik turut memperkuat daya saing ekspor dengan kontribusi sebesar Rp 20,33 triliun hingga pertengahan 2025.  

Menurutnya, sejumlah KEK di Indonesia membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi dan pengembangan KEK berhasil menarik investasi global, memperkuat ekspor, serta membuka peluang besar bagi tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.  

Di KEK Gresik, PT Freeport Indonesia meresmikan pabrik smelter terbesar di dunia. Fasilitas ini tidak hanya memperkuat industri tembaga nasional, tetapi juga menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun dari hasil pengolahan 6.000 ton lumpur anoda. 

Susi menilai seluruh capaian di Kawasan Ekonomi Khusus ini menjadi bukti bahwa lokasi itu tak hanya menjadi pusat investasi dan hilirisasi. Melainkan juga menjadi salah satu instrumen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Capaian-capaian ini menegaskan bahwa KEK tidak hanya menjadi pusat investasi dan hilirisasi, tetapi juga instrumen strategis Indonesia untuk memperkuat daya saing global dan membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore