Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 23.49 WIB

Reshuffle Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Sadewa Guncang Pasar Saham, IHSG Merosot 100,50 Poin

Ilustrasi pergerakan harga saham di IHSG. Reshuffle Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Sadewo Bikin Pasar Saham berguncang dan IHSG anjlok. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pergerakan harga saham di IHSG. Reshuffle Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Sadewo Bikin Pasar Saham berguncang dan IHSG anjlok. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengumuman pergantian Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan langsung menimbulkan tekanan pada pasar saham.

Hingga penutupan perdagangan bursa pukul 16.00, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 100,50 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 463 saham drop. Sedangkan 252 saham naik dan 241 saham stagnan.

"Dari awal tahun, investor asing itu keluar (capital outflow) dari pasar Indonesia karena khawatir defisit fiskal Indonesia membengkak. Selama ini Sri Mulyani dikenal memiliki reputasi yang baik untuk menjaga defisit anggaran," kata analis pasar modal Hans Kwee kepada Jawa Pos, Senin (8/9).

Menurut dia, reputasi Sri Mulyani menjadi salah satu faktor utama yang menahan tekanan jual di pasar saham selama ini.

Kepergiannya dari kabinet menimbulkan kekhawatiran bahwa defisit anggaran bisa melebar jika penggantinya tidak memiliki kapabilitas dan kepercayaan yang sama di mata pasar.

"Artinya kalau nanti defisit (anggaran) melebar, khawatir tekanan jual asing akan meningkat pada pasar saham," imbuhnya.

Hans mengatakan, tugas pengganti Sri Mulyani, yakni Purbaya Sadewa, ke depan tidak mudah.

Selain menjaga kesinambungan kebijakan fiskal, Purbaya dituntut mampu meyakinkan pasar bahwa disiplin anggaran tetap menjadi prioritas. Sebab, kondisi pasar saat ini sangat sensitif terhadap dinamika politik dan arah kebijakan fiskal.

Pengunduran diri Sri Mulyani dinilai tak lepas dari dinamika politik yang belakangan memanas.

Bahkan tekanan terhadap mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu semakin berat dalam beberapa bulan terakhir.

"Memang harus disadari gonjang-ganjing politik yang terjadi saat ini tantangannya cukup besar bagi perekonomian. Berujung pada pengunduran diri Sri Mulyani. Apalagi rumahnya sempat dijarah. Jadi, beliau mungkin merasa sudah bekerja keras tapi tekanan terlalu berat," imbuh dosen magister Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya itu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore