
Pesawat AirAsia menjalani tradisi water salute di Bandara Ahmad Yani Semarang, menandai dibukannya kembali rute penerbangan internasional di bandara tersebut. (Istimewa)
JawaPos.com – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi kembali melayani penerbangan internasional. Hal ini ditandai dengan penerbangan perdana maskapai AirAsia rute Kuala Lumpur–Semarang yang beroperasi dengan frekuensi tujuh kali seminggu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pembukaan rute internasional tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan 36 bandara internasional di Indonesia.
Langkah itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas konektivitas udara, mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
“Pembukaan rute internasional ini diharapkan tidak hanya membuka peluang mobilitas bagi wisatawan mancanegara dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan konektivitas global,” ujar Dudy dalam keterangannya, Jumat (5/9).
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut baik dibukanya penerbangan internasional tersebut.
Menurut dia, rute langsung Semarang–Kuala Lumpur akan memperluas pasar produk daerah sekaligus membuka peluang besar bagi pariwisata.
“Dengan penerbangan langsung, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bisa lebih cepat. Sektor pariwisata juga akan terdorong dan membuat Jawa Tengah semakin dikenal di luar negeri,” ucap Taj Yasin.
Ia menambahkan, saat ini sudah tercatat 8.553 penumpang yang akan bepergian baik dari Jawa Tengah maupun Kuala Lumpur.
"Data tahun 2024 menunjukkan 593 wisatawan mancanegara berkunjung ke Jawa Tengah. Dengan adanya rute internasional ini, potensinya akan semakin besar,” jelasnya.
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa jumlah Bandara Internasional terus bertambah dari sebelumnya dikurangi hanya 17, kini telah menjadi 36 di Indonesia.
Untuk diketahui, pengurangan jumlah bandara internasional sempat dilakukan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tepatnya pada tahun 2024.
Kemudian, Presiden Prabowo Subianto justru meminta jumlahnya terus ditambah guna mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata daerah.
Terkait dengan permintaan Prabowo, Dudy Purwagandhi memastikan telah menambah jumlah bandara internasional di Indonesia.
Terakhir, penambahan itu telah tertuang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 yang secara total sudah mencapai 36 bandara internasional, dari sebelumnya telah ditambah 5 menjadi 22 bandara sejak awal tahun 2025.
Selanjutnya, Kemenhub menugaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengawasi pelaksanaan Keputusan Menteri ini. Status bandara udara internasional akan terus dievaluasi sekurang-kurangnya setiap dua tahun sekali.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
