
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (24/8). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Tim Ekspedisi Patriot untuk membantu melakukan verifikasi realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah transmigrasi. Terlebih pada era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, fokus pada memperluas penerima hingga menjadikan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan pemasok bahan baku MBG.
Hal ini sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (24/8).
"Kami berharap dukungan bapak-ibu sekalian di lapangan. Tolong menjaga perhatian karena data yang tersedia sampai saat ini seringkali masih perlu diverifikasi. Dan kehadiran bapak-ibu di daerah tentu saja kami harapkan bisa membantu memverifikasi tersebut dengan baik terutama di daerah-daerah wilayah Transmigrasi," ujar Nyoto.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa MBG di kawasan Transmigrasi dapat diprioritaskan sebagai intervensi gizi sekaligus instrumen penguatan ekonomi lokal. Utamanya melalui pemberdayaan sektor bahan pangan, pertanian, peternakan, perikanan darat, koperasi, dan Penyerapan Tenaga Kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dia juga menyebut ada dua komponen utama yang bisa dijadikan dalam ekspedisi ini. Pertama terkait dengan akses MBG untuk masyarakat transmigrasi.
Sementara yang kedua, kata dia, perihal bagaimana membangun kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan untuk penyumbang bahan baku untuk kepentingan makanan bergizi gratis.
"Terhadap akses MBG, kami berharap bahwa akses layanan makanan bergizi gratis bagi masyarakat transmigran harus dipenuhi dengan baik. Dan kebutuhan pangannya, kita harapkan sebagian besar dapat berdasar dari bahan lokal di kawasan transmigrasi dan sekitarnya," bebernya.
"Ini penting karena kami berharap di kawasan transmigrasi itu terjadi ekosistem yang terintegrasi dari hulunya yang berproduksi dan pemanfaatan dari hulu itu dapat diwujudkan di dalam satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang ada di dalam dapur-dapur makanan bergizi gratis," imbuhnya.
Selain itu, ia pun mengatakan terkait dengan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan. Pihaknya berharap bahwa kawasan transmigrasi ini akan bisa didorong untuk menjadi lumbung penyediaan bahan baku.
"Khususnya bahan pangan untuk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah sekitarnya, dengan berkolaborasi melalui ekosistem koperasi desa merah putih," pungkasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 2.000 peneliti muda yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot mengikuti pembekalan yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi (Kementras). Adapun pelepasannya akan dilakukan pada Senin (25/8) besok.
Sebelum dilepas ke wilayah Transmigrasi, seluruh Tim Ekspedisi Patriot memperoleh pembekalan intensif selama dua hari, terhitung Minggu-Senin, 24–25 Agustus 2025. Dalam acara tersebut seluruh peserta memperoleh arahan dari sejumlah menteri dan Kementerian/Lembaga (K/L) Kabinet Merah Putih, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN).

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
