Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 04.31 WIB

Kementerian Pertanian Panen Raya di Lahan Sitaan Mafia Asuransi Asabri

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) menghadiri Panen Raya Jaksa Mandiri Pangan di Kabupaten Bekasi (19/8). (Humas Kementan) - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) menghadiri Panen Raya Jaksa Mandiri Pangan di Kabupaten Bekasi (19/8). (Humas Kementan)

JawaPos.com - Nama Benny Tjokrosaputro sempat menggegerkan publik karena terlibat korupsi uang asuransi Asabri. Sampai akhirnya sejumlah aset Benny disita negara. Diantaranya 414 bidang tanah seluas 330 hektare di Kabupaten Bekasi. Oleh pemerintah, sebagian lahan tersebut digunakan untuk menanam padi. 

Upaya menanam padi di lahan sitaan mafia itu adalah bagian dari Program Jaksa Mandiri Pangan. Setelah berjalan beberapa bulan, dilakukan panen raya di lahan garapan sekitar tujuh hektar pada Selasa (19/8).

Total hasil panen mencapai lebih dari 65 ton. Rencananya, Bulog akan membeli hasil panen berupa gabah di harga Rp 6.500 per kg.

Perhitungan dari Kejaksaan Agung menunjukkan jika seluruh aset Benny di Kabupaten Bekasi ditanami padi, berpotensi menghasilkan 2.640 ton padi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta Jaksa Agung S.T. Burhanuddin memimpin langsung prosesi panen raya.

Burhanuddin mengatakan, seluruh jajaran kejaksaan, mulai dari Kejaksaan Tinggi hingga Kejaksaan Negeri, wajib mendukung penuh Mentan Amran dalam mempercepat swasembada pangan

Dia menekankan pangan adalah persoalan strategis. Pangan menyangkut stabilitas sosial, ekonomi, bahkan hukum. Burhanuddin juga akan menegur jajarannya yang tidak turut mendampingi Mentan Amran mengawal program swasembada pangan.

"Bahkan pada waktu Pak Menteri mengunjungi daerah, apabila tidak ada orang-orang kejaksaan yang ikut mengawal, saya akan tegur," tegasnya.

Sementara itu, Amran menyampaikan apresiasi tinggi atas perintah dan dukungan Jaksa Agung. Baginya, keterlibatan kejaksaan terbukti mempercepat realisasi berbagai program pertanian. Mulai dari distribusi pupuk hingga pencetakan sawah baru.

"Kalau Kementan yang minta, kadang proses pendistribusian dan program pangan bisa tertunda. Tetapi kalau ada perintah dari Kajati atau Kajari, proses distribusi langsung jalan malam itu juga. Sehingga dampaknya sangat besar terhadap percepatan produksi pangan nasional," katanya.

Amran menambahkan, berkat dukungan Kejaksaan di semua lini, program swasembada pangan yang ditargetkan Presiden tercapai lebih cepat. "Insya Allah, jika semua bergerak serentak dan tidak ada goncangan, target swasembada yang ditetapkan empat tahun ke depan, bisa kita rebut hanya dalam satu tahun," jelasnya.

Panen Raya Jaksa Mandiri Pangan di Bekasi menjadi momentum kolaborasi penegakan hukum dan pembangunan pertanian. Dengan dukungan lintas sektor yang kuat, pemerintah optimistis mampu mempercepat langkah menuju kedaulatan pangan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore