Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 18.32 WIB

Sri Mulyani Ungkap Dunia Hari Ini Tidak Dalam Kondisi Mudah dan Makin Sengit, Indonesia Harus Bisa Pilih Peran

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Youtube) - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Youtube)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa dunia hari ini tidak dalam kondisi yang mudah. Menurutnya, saat ini persaingan geopolitik antara negara menjadi semakin sengit.

Adapun persaingan yang dimaksud bertujuan untuk menguasai, menciptakan hegemoni atau ruang pengaruh yang sangat besar di luar satu country.

"Dunia hari ini tidak dalam kondisi yang mudah. Terjadi pergeseran yang sangat fundamental di dalam geopolitik persaingan yang makin sengit antar negara," kata Sri Mulyani dalam sambutannya di acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia di ITB Bandung, Jawa Barat, yang dipantau secara daring, Kamis (7/8).

Bendahara negara ini juga menyebut, persaingan yang dimaksud bisa bermacam-macam. Mulai dari berbasis ideologi hingga pragmatism yang menjaga kepentingan dari negara tersebut.

Oleh karena itu, kata Menkeu, Indonesia sebagai sebuah negara besar, baik dari sisi geografi, demografi, lokasi, dan juga size dari ekonomi harus bisa memilih peran. Apakah akan menjadi salah satu negara yang menjadi pelaku atau menjadi ajang dari persaingan itu.

"Pilihan ada di kita. Kalau kita hanya menjadi ajang, berarti ini adalah tempat pertempuran dari pengaruh-pengaruh seluruh dunia. Kalau kita ingin menjadi pelaku berarti kita sendiri yang harus menyiapkan," jelasnya.

Namun, kata dia, ketika harus menyiapkan diri, itu berarti tidak hanya manusia-manusianya yang sangat penting. Dan yang di ruangan acara itu, sebut Sri Mulyani adalah the elite intellectual yang punya tanggung jawab besar terhadap posisi Indonesia.

"Agar tidak hanya sebagai ajang tapi juga menjadi pelaku di dalam pergaulan dunia yang hari-hari ini sangat sengit diisi dengan sentimen persaingan," ujar Menkeu.

Tak hanya berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), Menkeu menyebut bahwa Indonesia memiliki tantangan dalam bentuk institutional building atau pembangunan lembaga yang semuanya membutuhkan dukungan terutama keuangan.

"APBN adalah instrumen yang sangat penting di dalam sebuah negara mencapai cita-citanya. Namun untuk bisa APBN berperan penting dibutuhkan suatu kesepakatan dan juga kerjasama yang luar biasa," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore