
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (Nurul/Jawapos)
JawaPos.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani meminta kepada Pemerintah untuk memberikan insentif kepada pelaku usaha di sektor industri padat karya. Utamanya, industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Permintaan ini disampaikan guna merespons dampak yang ditimbulkan dari ketidakpastian global, salah satunya perihal tarif tambahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Saat ini industri padat karya kita kan sangat tertekan, jadi kita memang ada permohonan untuk beberapa insentif fiskal," kata Shinta saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (22/7).
Meski begitu, Shinta belum membeberkan insentif apa saja yang perlu dikucurkan pemerintah ke industri tekstil dan produk tekstil tersebut.
Terlebih hingga saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi dan memperhitungkan dampak nyata yang akan timbul dari kebijakan tarif ekspor Indonesia ke AS sebesar 19 persen.
"Ini semua kan hitung-hitungannya harus kita perhatikan bagaimana itu berdampak kepada industri. Dari situ baru kita minta lebih detail lagi mengenai insentif yang dibutuhkan," jelasnya.
Namun ia berharap bahwa insentif fiskal yang diberikan pemerintah nantinya bisa ikut membantu memulihkan industri padat karya yang tertekan seperti saat pandemi Covid-19.
"Kita ingat waktu jaman pandemi Indonesia sukses mengeluarkan stimulus dan kebijakan yang membantu para pengusaha saat pandemi. Jadi saat ini dengan kondisi ekonomi global seperti ini, juga secara domestik ini mempengaruhi beberapa sektor seperti industri padat karya tadi terutama TPT dan lain-lain ini bisa membantu," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor kepada Indonesia sebesar 19 persen, turun dari sebelumnya ditetapkan 32 persen.
Angka ini merupakan hasil akhir dari negosiasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan pemerintah AS sejak beberapa pekan terakhir.
Mengutip Reuters, tarif impor AS 19 persen bagi Indonesia ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan angka yang telah ditetapkan bagi Vietnam sebesar 20 persen.
Meski demikian, rupanya pemerintah AS telah menyepakati sejumlah tawaran dengan Indonesia berupa perjanjian pembelian produk untuk memperkecil defisit perdagangan yang selama ini terjadi.
Perjanjian itu terdiri dari, Indonesia setuju untuk membeli produk energi AS senilai USD 15 miliar. Kemudian, membeli produk pertanian Amerika senilai USD 4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing jet.
Sumber foto: Nurul F/JawaPos.com

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
