
Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 500 miliar untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.
Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi memastikan pembiayaan ini merupakan bagian dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN yang digunakan untuk Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
"Fasilitas PKE yang disalurkan melalui Indonesia Eximbank dalam mendukung pengembangan Kawasan Labuan Bajo sebesar Rp 500 miliar," kata Maqin dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7).
Lebih rinci, Maqin membeberkan sebesar Rp 100 miliar dikucurkan untuk pembiayaan Hotel Meruorah dan area komersial. Kemudian, senilai Rp 300 miliar diperuntukan pembiayaan proyek new development.
"Proyek tersebut terdiri dari hotel mid-tier, area komersial ekstension, marina dan penunjang. Selanjutnya juga disalurkan untuk penjaminan kredit sebesar Rp 100 miliar," bebernya.
Sementara itu, jika dihitung dengan pembiayaan kolaborasi perbankan dalam bentuk SINDIKASI melalui skema blended financing dana yang telah disalurkan ke kawasan wisata Labuan Bajo mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Ia memastikan, penyaluran pembiayaan ini didasari pada mandat pemerintah untuk mendukung sektor pariwisata yang mampu menciptakan dan meningkatkan devisa. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) 271/2022 tentang PKE Kepada LPEI untuk Pengembangan Infrastruktur Marina dan Penunjang Pariwisata pada Destinasi Pariwisata Prioritas.
Maqin juga mengungkapkan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo melalui Hotel Meruorah juga membawa dampak pembangunan sekitar seperti hadirnya hotel-hotel dan fasilitas wisata di Labuan Bajo.
"Menurut data Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terjadinya peningkatan jumlah wisatawan Labuan Bajo 2021 - 2024 sebanyak 179 ribu - 411 ribu orang dan peningkatan ekspor Rp46,1 miliar, termasuk peningkatan ekspor tenun sebagai warisan budaya Nusa Tenggara," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indonesia Ferry Properti selaku pengelola Hotel Meruorah, Ferry Snyders menjelaskan sejak tahun 2022-2025 kedatangan wisatawan asing di Hotel Meruorah mengalami peningkatan positif dari tahun ke tahun.
Pada 2022 lalu, ia mengatakan wisatawan asing di Hotel Meruorah sebanyak 10,4 persen, lalu meningkat menjadi 20,4 persen di 2023. "Bahkan, saat ini dominasi wisatawan di Hotel Meruorah merupakan wisatawan asing sebesar 57,4 persen hingga Juni 2025,” kata Ferry.
Ke depan, terhitung pada periode 2025 - 2026, pihaknya merencanakan pembangunan beberapa fasilitas strategis, yaitu Komersial Tahap II, Hotel Mid-Tier, dan Social Club.
"Dari ketiga pengembangan tersebut, Social Club dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026, sementara Hotel Mid-Tier akan tetap berada dalam tahap konstruksi hingga akhir tahun 2026," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
