Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 23.23 WIB

LPEI Telah Salurkan Pembiayaan Capai Rp 500 Miliar untuk Pengembangan Kawasan Wisata Labuan Bajo

Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 500 miliar untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi memastikan pembiayaan ini merupakan bagian dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN yang digunakan untuk Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE).

"Fasilitas PKE yang disalurkan melalui Indonesia Eximbank dalam mendukung pengembangan Kawasan Labuan Bajo sebesar Rp 500 miliar," kata Maqin dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7).

Lebih rinci, Maqin membeberkan sebesar Rp 100 miliar dikucurkan untuk pembiayaan Hotel Meruorah dan area komersial. Kemudian, senilai Rp 300 miliar diperuntukan pembiayaan proyek new development.

"Proyek tersebut terdiri dari hotel mid-tier, area komersial ekstension, marina dan penunjang. Selanjutnya juga disalurkan untuk penjaminan kredit sebesar Rp 100 miliar," bebernya.

Sementara itu, jika dihitung dengan pembiayaan kolaborasi perbankan dalam bentuk SINDIKASI melalui skema blended financing dana yang telah disalurkan ke kawasan wisata Labuan Bajo mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Ia memastikan, penyaluran pembiayaan ini didasari pada mandat pemerintah untuk mendukung sektor pariwisata yang mampu menciptakan dan meningkatkan devisa. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) 271/2022 tentang PKE Kepada LPEI untuk Pengembangan Infrastruktur Marina dan Penunjang Pariwisata pada Destinasi Pariwisata Prioritas.

Maqin juga mengungkapkan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo melalui Hotel Meruorah juga membawa dampak pembangunan sekitar seperti hadirnya hotel-hotel dan fasilitas wisata di Labuan Bajo.

"Menurut data Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terjadinya peningkatan jumlah wisatawan Labuan Bajo 2021 - 2024 sebanyak 179 ribu - 411 ribu orang dan peningkatan ekspor Rp46,1 miliar, termasuk peningkatan ekspor tenun sebagai warisan budaya Nusa Tenggara," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indonesia Ferry Properti selaku pengelola Hotel Meruorah, Ferry Snyders menjelaskan sejak tahun 2022-2025 kedatangan wisatawan asing di Hotel Meruorah mengalami peningkatan positif dari tahun ke tahun.

Pada 2022 lalu, ia mengatakan wisatawan asing di Hotel Meruorah sebanyak 10,4 persen, lalu meningkat menjadi 20,4 persen di 2023. "Bahkan, saat ini dominasi wisatawan di Hotel Meruorah merupakan wisatawan asing sebesar 57,4 persen hingga Juni 2025,” kata Ferry.

Ke depan, terhitung pada periode 2025 - 2026, pihaknya merencanakan pembangunan beberapa fasilitas strategis, yaitu Komersial Tahap II, Hotel Mid-Tier, dan Social Club.

"Dari ketiga pengembangan tersebut, Social Club dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026, sementara Hotel Mid-Tier akan tetap berada dalam tahap konstruksi hingga akhir tahun 2026," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore