Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)
JawaPos.com - Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menyampaikan proyeksi tarif impor yang akan dikenakan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Menurutnya, tarif impor AS yang akan ditetapkan untuk Indonesia akan lebih rendah dan lebih kompetitif dari negara tetangga.
Dimas memastikan, proyeksi tarif impor AS ini diharapkan bisa turut mendorong agar produk ekspor Indonesia tetap bisa bersaing secara global. Terlebih, memang masih ada harapan hingga tenggat 1 Agustus untuk pemerintah negosiasi lebih lanjut dengan AS.
"Ekspektasinya adalah setidaknya tarif dapat turun ke level yang kompetitif dengan negara tetangga, seperti Vietnam yang telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk tarif 20 persen, supaya produk ekspor Indonesia tetap bisa bersaing," kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Kamis (10/7).
Lebih lanjut, ia menilai bahwa dengan tarif di 32 persen yang ditetapkan oleh Trump, jika dibiarkan akan membuat posisi Indonesia menjadi kalah unggul dengan Vietnam.
Meskipun, kata Dimas, di sisi lain posisi Indonesia lebih baik dibanding dengan negara eksportir tekstil lain. Seperti, negara Bangladesh yang memperoleh tarif impor AS sebesar 35 persen.
"Lalu, Kamboja memperoleh tarif AS 36 persen, di mana kedua negara tersebut juga salah satu eksportir garmen terbesar dunia," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan bahwa proses negosiasi antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) soal tarif impor dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.
Hal ini seiring dengan Indonesia dan AS yang telah sepakat untuk mengintensifkan perundingan tarif dalam tiga minggu ke depan usai Presiden AS Donald Trump memutuskan akan mengenakan tarif impor bagi Indonesia sebesar 32 persen.
“Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Kamis (10/7).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas proses negosiasi yang selama ini berjalan konstruktif dengan pihak AS. Perundingan mencakup isu-isu tarif, hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kerja sama komersial dan investasi.
Bahkan, ia menyebut delegasi Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima oleh Pemerintah AS untuk membahas kelanjutan kesepakatan tarif impor tersebut.
"Indonesia akan melanjutkan negosiasi dengan AS dengan itikad baik, memastikan bahwa kerja sama yang terjalin mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua negara," ungkapnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
