Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 23.03 WIB

Segini Proyeksi Tarif Impor AS ke Indonesia di Tengah Proses Negosiasi yang Masih Berlangsung

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Istimewa)

JawaPos.com - Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menyampaikan proyeksi tarif impor yang akan dikenakan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Menurutnya, tarif impor AS yang akan ditetapkan untuk Indonesia akan lebih rendah dan lebih kompetitif dari negara tetangga.

Dimas memastikan, proyeksi tarif impor AS ini diharapkan bisa turut mendorong agar produk ekspor Indonesia tetap bisa bersaing secara global. Terlebih, memang masih ada harapan hingga tenggat 1 Agustus untuk pemerintah negosiasi lebih lanjut dengan AS. 

"Ekspektasinya adalah setidaknya tarif dapat turun ke level yang kompetitif dengan negara tetangga, seperti Vietnam yang telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk tarif 20 persen, supaya produk ekspor Indonesia tetap bisa bersaing," kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Kamis (10/7).

Lebih lanjut, ia menilai bahwa dengan tarif di 32 persen yang ditetapkan oleh Trump, jika dibiarkan akan membuat posisi Indonesia menjadi kalah unggul dengan Vietnam.

Meskipun, kata Dimas, di sisi lain posisi Indonesia lebih baik dibanding dengan negara eksportir tekstil lain. Seperti, negara Bangladesh yang memperoleh tarif impor AS sebesar 35 persen.

"Lalu, Kamboja memperoleh tarif AS 36 persen, di mana kedua negara tersebut juga salah satu eksportir garmen terbesar dunia," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan bahwa proses negosiasi antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) soal tarif impor dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.

Hal ini seiring dengan Indonesia dan AS yang telah sepakat untuk mengintensifkan perundingan tarif dalam tiga minggu ke depan usai Presiden AS Donald Trump memutuskan akan mengenakan tarif impor bagi Indonesia sebesar 32 persen.

“Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Kamis (10/7).

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas proses negosiasi yang selama ini berjalan konstruktif dengan pihak AS. Perundingan mencakup isu-isu tarif, hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kerja sama komersial dan investasi.

Bahkan, ia menyebut delegasi Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima oleh Pemerintah AS untuk membahas kelanjutan kesepakatan tarif impor tersebut.

"Indonesia akan melanjutkan negosiasi dengan AS dengan itikad baik, memastikan bahwa kerja sama yang terjalin mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua negara," ungkapnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore