Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/7) sore. (Nurul F/Jawapos)
JawaPos.com - Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Permata Faisal Rachman menilai, masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak konkret penetapan tarif tambahan terhadap negara-negara BRICS. Termasuk Indonesia. Sebab, trade talk masih berlangsung.
"Terakhir yang dikatakan (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Pak Airlangga (Hartarto) adalah cukup positif perkembangannya," kata Faisal saat dihubungi Jawa Pos, Senin (7/7).
Namun, dia tidak menampik bahwa potensi ancaman tetap ada jika kebijakan tarif tambahan oleh negara-negara BRICS diberlakukan, karena AS merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. Sehingga dapat berdampak pada kinerja ekspor.
Menurut dia, pemerintah perlu mengantisipasi risiko tersebut dengan meningkatkan diversifikasi ekspor. "Jika pemerintah berhasil memperluas ekspor ke negara-negara lain, khususnya anggota BRICS, maka dampaknya bisa diminimalisir," ujarnya.
Faisal menekankan, diversifikasi seharusnya menjadi strategi jangka panjang. Tidak semata-mata sebagai respons terhadap tensi perdagangan global.
"Sebenarnya diversifikasi barang dan tujuan ekspor memang seharusnya sudah harus dilakukan terlepas dari adanya trade war 2.0. Karena bisa meminimalisir tekanan atau shock dari eksternal," bebernya.
Dia mendorong pemerintah untuk melanjutkan trade talk dengan AS. Agar mendapatkan hasil terbaik yang paling memungkinkan. Sejalan dengan transformasi struktural dan industrialisasi dalam negeri.
"Meningkatkan hubungan mitra dagang dengan negara-negara non-tradisional. Kebijakan ini harus align dengan transformasi struktural serta industrialisasi dalam negeri. Sehingga bisa meningkatkan peran Indonesia dalam global supply chain," pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
