
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan kolaborasi erat antara sektor energi dan industri pupuk menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari visi pemerintah.
”Kami ingin menekankan bahwa kolaborasi antara industri pupuk dan sektor energi sangatlah erat. Sektor energi memiliki peranan penting dalam kesuksesan Indonesia menuju swasembada pangan,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.
Sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi tersebut, Pupuk Indonesia menandatangani dua dokumen kesepakatan awal untuk menjajaki potensi kerja sama pemanfaatan gas alam dari dua proyek migas, yakni Wilayah Kerja Masela dan Wilayah Kerja South Andaman.
Penandatanganan dua dokumen itu dilakukan dalam rangkaian acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 yang berlangsung di Tangerang, 20-21 Mei lalu.
Rahmad menjelaskan, kesepakatan pertama yang berhasil dibuat Pupuk Indonesia adalah penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan JV INPEX Masela Ltd - PT Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela Sdn. Bhd. Penandatanganan HoA antara Pupuk Indonesia dengan konsorsium pengelola blok Masela tersebut akan menjadi langkah awal kerja sama pemanfaatan gas dari Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela.
Selain penandatanganan HoA, Pupuk Indonesia dan Mubadala Energy juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki potensi kerja sama pemanfaatan gas dari Wilayah Kerja South Andaman. Melalui penandatanganan ini, kedua belah pihak akan menjajaki potensi pemanfaatan gas bumi dari Wilayah Kerja South Andaman.
Rahmad menambahkan, penjajakan potensi kerja sama pengadaan gas dari Wilayah Kerja South Andaman ini berkaitan dengan rencana Pupuk Indonesia membangun fasilitas produksi metanol dan blue ammonia.
”Proyek pabrik metanol dan blue ammonia juga berperan penting memperkuat hilirisasi dan transisi energi rendah karbon. Hal ini karena metanol dan blue ammonia merupakan komoditas energi bersih yang semakin dibutuhkan dalam ekosistem energi masa depan,” pungkas Rahmad.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
