Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 16.49 WIB

Saham Asia Kompak Menguat, IHSG Bertahan Hijau di Level 7.183

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (20/5). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini berada di level 7.183 naik 42,759 poin atau 0,60 persen. 

Mengutip data RTI Bussines, volume transaksi di awal perdagangan tercatat 592.464 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 828.234 miliar sebanyak 59.847 kali. 

Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 239 saham tercatat menguat, 117 saham melemah, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan. 

Di sisi lain, saham-saham Asia menguat di tengah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang stabil memberikan sedikit ruang bernapas bagi dolar AS karena para investor mempertimbangkan beban utang ekonomi terbesar di dunia dan menunggu kesepakatan dagang. 

Penurunan peringkat kredit negara AS oleh Moody's akibat dari kekhawatiran mengenai tumpukan utang negara tersebut yang terus bertambah hingga USD 36 triliun. 

Hal itu pula yang menyebabkan aksi jual obligasi pemerintah pada hari Senin (19/5), namun hal itu distabilkan pada jam perdagangan Asia pada hari ini. 

Imbal hasil obligasi 30 tahun turun 3,5 basis poin menjadi 4,906 perse  setelah mencapai level tertinggi 18 bulan sebesar 5,037 perse  pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks saham utama AS pulih dari kerugian awal dan berakhir datar. 

Hal ini meninggalkan indeks MSCI saham Asia-Pasifik terluas di luar Jepang (.MIAPJ0000PUS) 0,36 persen lebih tinggi, mendekati level tertinggi tujuh bulan yang dicapai minggu lalu. 

Nikkei Jepang (.N225), naik 0,65 persen pada awal perdagangan. Saham Tiongkok stabil pada pembukaan setelah bank sentral setempat memangkas suku bunga pinjaman acuan untuk pertama kalinya sejak Oktober, sementara lima bank milik negara terbesar di Tiongkok juga menurunkan suku bunga deposito. 

Indeks saham unggulan (.CSI300), adalah 0,15 perse lebih tinggi sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong (.HSI) naik 1 persen. Pejabat Federal Reserve AS menanggapi dengan hati-hati konsekuensi penurunan peringkat Moody's dan ketidakpastian pasar akibat kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu. 

Meskipun bukan masalah yang mendesak bagi Fed, biaya pinjaman yang lebih tinggi terkait dengan memburuknya posisi keuangan AS dapat membuat kredit secara umum lebih mahal dan menciptakan hambatan pada aktivitas ekonomi. 

Pasar telah memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini, dibandingkan dengan empat kali pemangkasan bulan lalu ketika serangan tarif Presiden Donald Trump.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore