Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 21.55 WIB

Konsumsi Meningkat tapi Produksi Kelapa Sawit Masih Stagnan

Chairman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono di sela penyelenggaraan Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) ke-20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024). (Bayu Putra/Jawa Pos) - Image

Chairman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono di sela penyelenggaraan Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) ke-20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024). (Bayu Putra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Industri kelapa sawit di tanah air terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan kinerja. Mereka merasa saat ini terjebak di fase stagnan yang menghalangi penyediaan swasembada energi di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, tugas utama pemangku kepentingan industri kelapa sawit saat ini adalah meningkatkan produksi. Menurut dia, saat ini produksi kelapa sawit masih stagnan. "Di saat kondisi industri stagnan, konsumsi terus meningkat," ujar Eddy Martono di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2025 di Surabaya pada Kamis (15/5).

Menurut data GAPKI, produksi kelapa sawit tahun lalu turun 3,8 persen. Dari 54,84 juta ton pada 2023 menjadi 52,76 juta ton (2024). Padahal, konsumsi minyak sawit domestik terus meningkat. Tahun lalu, konsumsi domestik meningkat 2,78 persen. Dari 23,21 juta ton pada 2023 menjadi 23,86 juta ton pada 2024.

Hal tersebut diakui membuat kinerja ekspor terus menurun. Tahun lalu, dia mengatakan bahwa ekspor turun menjadi 27 juta ton. Padahal, biasanya ekspor produk kelapa sawit bisa mencapai 32 juta - 33 juta ton. "Kontribusi ekspor berawal dari 90 persen total produksi menjadi 45 persen saja. Hal tersebut karena kami memenuhi kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor," jelasnya.

Memang, tantangan ekonomi global tahun ini juga ikut menantang bagi kinerja industri kelapa sawit. Bukan hanya perang tarif. Namun, ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan juga sempat membuat pelaku industri resah. Maklum, India dan Pakistan merupakan dua importir terbesar untuk produk kelapa sawit Indonesia. Beruntung, konflik mulai mereda sebelum perusahaan sawit tanah air merasakan dampaknya. (bil)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore