
Chairman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono di sela penyelenggaraan Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) ke-20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024). (Bayu Putra/Jawa Pos)
JawaPos.com - Industri kelapa sawit di tanah air terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan kinerja. Mereka merasa saat ini terjebak di fase stagnan yang menghalangi penyediaan swasembada energi di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, tugas utama pemangku kepentingan industri kelapa sawit saat ini adalah meningkatkan produksi. Menurut dia, saat ini produksi kelapa sawit masih stagnan. "Di saat kondisi industri stagnan, konsumsi terus meningkat," ujar Eddy Martono di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2025 di Surabaya pada Kamis (15/5).
Menurut data GAPKI, produksi kelapa sawit tahun lalu turun 3,8 persen. Dari 54,84 juta ton pada 2023 menjadi 52,76 juta ton (2024). Padahal, konsumsi minyak sawit domestik terus meningkat. Tahun lalu, konsumsi domestik meningkat 2,78 persen. Dari 23,21 juta ton pada 2023 menjadi 23,86 juta ton pada 2024.
Hal tersebut diakui membuat kinerja ekspor terus menurun. Tahun lalu, dia mengatakan bahwa ekspor turun menjadi 27 juta ton. Padahal, biasanya ekspor produk kelapa sawit bisa mencapai 32 juta - 33 juta ton. "Kontribusi ekspor berawal dari 90 persen total produksi menjadi 45 persen saja. Hal tersebut karena kami memenuhi kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor," jelasnya.
Memang, tantangan ekonomi global tahun ini juga ikut menantang bagi kinerja industri kelapa sawit. Bukan hanya perang tarif. Namun, ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan juga sempat membuat pelaku industri resah. Maklum, India dan Pakistan merupakan dua importir terbesar untuk produk kelapa sawit Indonesia. Beruntung, konflik mulai mereda sebelum perusahaan sawit tanah air merasakan dampaknya. (bil)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
