Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 06.00 WIB

Negosiasi Teknis dengan AS Berlanjut Dua Pekan Mendatang, Permintaan RI Kesepakatan Akomodasi Lima Manfaat

ILUSTRASI.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria). - Image

ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria).

JawaPos.com - Proses negosiasi antara Indonesia dan pemerintah AS terkait kebijakan tarif resiprokal masih berlangsung. Delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah perkembangan negosiasi tersebut. 

Airlangga menjelaskan, AS menyambut baik langkah responsif Indonesia untuk berdiskusi. Indonesia juga menjadi bagian dari 20 negara pertama yang melakukan negosiasi dengan AS. 

Dalam proses negosiasi, Indonesia berupaya mengedepankan kepentingan nasional dengan tetap mendorong penguatan hubungan bilateral dengan AS. Permintaan Indonesia kepada AS juga dirancang secara seimbang. 

Meski begitu, Airlangga menuturkan bahwa proses negosiasi masih berjalan dinamis. "Karena kita dalam proses perundingan, tentu apa yang ditawarkan dan apa respons itu masih merupakan hal yang dinamis, jadi bukan posisi yang statis," jelasnya pada konferensi pers secara virtual, Jumat (25/4).

Airlangga menyebut, permintaan setidaknya mengakomodasi lima manfaat. Dua pertama yakni menjawab memenuhi kebutuhan dan menjaga ketahanan energi nasional, serta memperjuangkan akses pasar Indonesia ke AS khususnya dengan kebijakan tarif yang kompetitif bagi produk ekspor Indonesia.

Ketiga, deregulasi untuk meningkatkan kemudahan berusaha, perdagangan, dan investasi yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Keempat dan terakhir, memperoleh nilai tambah dengan kerjasama supply chain atau rantai pasok industri strategis dan critical minerals, serta akses ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang, antara lain kesehatan, pertanian, dan renewable energy.

Dalam dua pekan kedepan, negosiasi yang lebih intensif akan dilakukan Indonesia dan AS. Pada tanggal 23 April 2025, lalu delegasi Indonesia dan pihak USTR juga telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait Bilateral Agreement on Reciprocal Trade, Investment, and Economic Security sebagai landasan bagi kelanjutan pembahasan di tingkat teknis.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah Indonesia akan melakukan pendekatan serta konsultasi internal dengan pemangku kepentingan dalam negeri, dengan tetap akan terus berkomunikasi dengan pihak AS untuk melanjutkan proses negosiasi bagi kepentingan bersama kedua negara.

Di Washington, pemerintah Indonesia juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pengusaha dan asosiasi bisnis, antara lain Semiconductor Industry Association (SIA), USABC, USINDO, Amazon, Microsoft, dan Google, dalam rangka penguatan kerja sama antara Indonesia dan AS di berbagai sektor. Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, pemerintah AS menyambut baik respons Indonesia.

"Jadi, ini sebuah pengakuan dari AS terhadap langkah-langkah yang dilakukan Indonesia, dan dengan bekal komunikasi awal yang tadi disampaikan, Indonesia among the first timer, the first mover, itu memberi keuntungan bagi Indonesia dalam proses perundingan," imbuh dia. 

AS – Tiongkok Memanas, Menkeu Pastikan Indonesia di Zona Netral

Sebelumnya, Menkeu juga menekankan bahwa hubungan Indonesia dengan AS maupun Tiongkok masih berjalan baik. Hal itu mengingat dua negara tersebut tengah terlibat perang tarif dan saling melakukan retaliasi.

Tiongkok juga telah mengultimatum seluruh negara yang tengah terlibat negosiasi dengan AS agar tidak mengorbankan kepentingan masing-masing dan merugikan Tiongkok. Ani -sapaan Menkeu Sri Mulyani- memastikan, hubungan Indonesia dengan dua raksasa ekonomi dunia itu masih tetap terjaga di zona netral.

Indonesia juga memilih langkah negosiasi dan menjaga hubungan dagang dengan dua mitra tersebut. "Jadi, negosiasi memang adalah negosiasi untuk saling memberi dan menawarkan, kemudian saling kompromi. Tujuannya adalah win win solutions. Kata-kata win win solutions, non-zero sum game, itu adalah yang sampai tadi malam disuarakan oleh semua pihak," jelas Bendahara Negara.

Di tengah negosiasi yang masih berlangsung dengan AS, Ani juga menyebut bahwa dia telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Tiongkok Lan Fo’an dan juga mendapat undangan ke Beijing untuk mempererat hubungan antara Indonesia – Tiongkok.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore