
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memimpin rapat koordinasi sikapi tarif resiprokal AS. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati negosiasi perihal tarif impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Negosiasi itu akan rampung dan menghasilkan keputusan final dalam waktu 60 hari ke depan.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dengan empat pejabat utama AS yang terkait dengan isu dan kebijakan tarif, antara lain Secretary of State AS, United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce AS, serta Secretary of Treasury AS, pada Kamis (17/4) waktu setempat.
“Pihak AS telah menyepakati bahwa isu kebijakan tarif dan kerja sama bilateral RI-AS akan dibahas dan diselesaikan dalam waktu 60 hari ke depan," kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Jumat (18/4).
Lebih lanjut Airlangga membeberkan, dalam pertemuan tersebut pihak AS merespons positif sejumlah penawaran dan permintaan Indonesia. Bahkan AS bersedia untuk menindaklanjuti dengan segera memulai negosiasi di tingkat teknis.
Dalam proses itu, kedua negara akan membuat kerangka kerja sama bilateral dalam bentuk Strategic Economic Partnership. Meliputi antara lain kemitraan perdagangan dan investasi, kemitraan terkait critical minerals, dan kemitraan koridor rantai pasok yang resilien.
Selama pertemuan, delegasi RI menyampaikan tawaran dan permintaan kepada Pemerintah AS untuk mencapai perdagangan yang adil dan berimbang atau fair and square trade. Mulai dari membahas peningkatan pembelian Energi, Produk Pertanian, dan EPC, serta mengoptimalkan kerja sama terkait Critical Minerals.
"Selain itu juga membahas pemberian insentif dan fasilitas bagi perusahaan AS dan Indonesia untuk mendorong investasi, dan membahas pula upaya memperlancar prosedur dan proses Impor Produk AS ke Indonesia, serta beberapa Investasi Strategis di AS maupun di Indonesia," jelas Airlangga.
Tak hanya itu, Pemerintah RI juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama pendidikan, sains, ekonomi digital, dan financial services. Bahkan, Delegasi RI menekankan pentingnya penetapan tarif yang lebih rendah dari negara kompetitor untuk produk ekspor utama yang tidak akan bersaing dengan industri dalam negeri di AS.
"Juga pentingnya memastikan ketahanan rantai pasok dari produk strategis dalam menjaga economic security," tutupnya.
Untuk diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang dikenakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump. Khusus Indonesia, tarif impor yang ditetapkan sebesar 32 persen.
Tarif tersebut memang belum berlaku, pasalnya Trump memutuskan untuk mengundur pemberlakuannya selama 90 hari. Momen itu kemudian dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan negosiasi.
Bahkan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengedepankan proses negosiasi daripada retaliasi. Itu sebabnya, Indonesia mengirimkan delegasi ke AS yang dipimpin Menko Airlangga dengan didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Lalu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono, dan Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Washington DC Ida Bagus Made Bimantara.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
