Sejumlah produk kue UMKM binaan Baznas sudah mendapatkan sertifikat halal. (Humas Baznas)
JawaPos.com–Saling berkirim hampers menjadi budaya selama Ramadhan dan momen Lebaran. Tidak hanya didominasi produk dari industri besar, kue produksi UMKM juga ikut meramaikan ragam hampers di masyarakat. Apalagi kue dari UMKM sudah banyak yang memiliki sertifikat halal serta izin edar.
Di antara kue UMKM yang mendapatkan sertifikat halal dan izin edar itu adalah produksi mustahik binaan Baznas. Kue hampers juga dipasarkan di marketplace. Produk kue yang dipasarkan untuk hampers juga sudah dikurasi. Dipilih yang enak dan sesuai lidah masyarakat Indonesia.
Melalui program Hampers Produk Mustahik itu, Baznas telah melakukan kurasi produk untuk mendukung UMKM binaan dalam memproduksi kue-kue berkualitas. Mulai dari pelatihan produksi, pendampingan pemasaran, hingga fasilitasi sertifikat halal, izin usaha, dan izin edar.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyampaikan, program itu merupakan bagian dari upaya mereka dalam mendukung UMKM binaan. Agar semakin berkembang dan memiliki daya saing di pasar.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha kecil, khususnya para mustahik, agar mereka dapat menikmati hasil dari geliat ekonomi Ramadan," kata Saidah dalam keterangannya Senin (31/3).
Dengan memilih produk UMKM binaan, masyarakat turut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Saidah menuturkan, mereka sangat memperhatikan berbagai aspek dalam pemilihan dan pengelolaan UMKM binaannya. Tujuannya untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing produk mereka di pasar.
Dengan adanya fasilitas produksi yang memadai serta pendampingan yang profesional, diharapkan para pelaku usaha kecil dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar. Selain itu, program ini juga membantu mereka untuk memperluas jaringan pemasaran serta meningkatkan kapasitas produksi.
Melalui program itu, Saidah mengatakan, mereka berharap produk UMKM binaannya dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang lebih peduli terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Dia mengatakan setiap pembelian hampers dari UMKM binaan Baznas, akan langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.
"Ini adalah langkah nyata dalam membantu sesama, sekaligus menjadikan Ramadhan lebih bermakna,” tambah Saidah Sakwan.
Saidah menegaskan, pemilihan UMKM yang terlibat dalam program itu mempertimbangkan berbagai aspek. Seperti kualitas produk, kapasitas produksi, serta komitmen menjalankan usaha yang sesuai prinsip ekonomi syariah. Mereka juga melakukan pendampingan dalam hal pemasaran, inovasi produk, serta pengelolaan usaha agar lebih profesional dan berkelanjutan.
“Kami telah membina sejumlah UMKM yang bergerak di bidang produksi makanan dan kue kering, yang kini menjadi bagian dari jaringan usaha berbasis zakat," tutur Saidah.
Dengan pendampingan yang intensif, mereka ingin memastikan produk mereka tidak hanya laris di pasaran. Tetapi juga memiliki standar kualitas yang tinggi dan dapat diterima berbagai kalangan. Hampers Ramadhan dari UMKM binaan itu, tersedia dalam berbagai pilihan paket dengan harga yang bervariasi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
