Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 06.53 WIB

Program BINA Jaga Daya Beli Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Airlangga: Diskonnya sampai 70 Persen

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan program Belanja di Indonesia Aja (BINA), dalam rangka menyambut momentum perayaan Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2025. (istimewa) - Image

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan program Belanja di Indonesia Aja (BINA), dalam rangka menyambut momentum perayaan Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2025. (istimewa)

 
 
JawaPos.com - Pemerintah secara resmi meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA), dalam rangka menyambut momentum perayaan Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2025. Hal itu dalam rangka menjaga daya beli masyarakat, terlebih dalam menghadapi momen Ramadhan, Nyepi, dan Idul Fitri 2025.
 
"Diskonnya sampai 70 persen. Nah, ini diharapkan ini bisa mendorong masyarakat untuk terus belanja," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (14/3).
 
Program BINA Lebaran 2025 akan berlangsung selama 17 hari dan diikuti tidak kurang dari 80.000 gerai ritel, pada 402 pusat perbelanjaan, stasiun, dan bandara, dengan target transaksi sebesar Rp 36,3 triliun.
 
"Saya berharap bahwa Indonesia punya resiliensi, daya tahan, karena kita punya 
kemampuan di dalam negeri. Dan tentu event-event belanja di dalam negeri kalau bisa juga menjadi tujuan pariwisata internasional, minimal ASEAN," ujar Airlangga.
 
Ia menekankan, program BINA diinisiasi tidak hanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga untuk mempromosikan produk lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Airlangga juga menyampaikan bahwa mal Indonesia, khususnya Jakarta, sudah termasuk lebih baik dibandingkan negara lain salah satunya karena pendapatan per kapita Jakarta mencapai USD 22.000. 
 
Lebih lanjut, Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia menawarkan petualangan berbelanja dan petualangan kuliner yang tidak kalah dengan negara lain.
 
"Mal ini harus disiapkan juga untuk brand lokal dan posisinya jangan di pojok, jangan di atas, atau jangan di bawah. Di main route-nya, di distrik utamanya. Karena memang yang kita sudah lihat yang nama lokal, nama tokonya lokal, tetapi yang untuk barang lokalnya belum masuk main route," pungkas Airlangga.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore