Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 15.31 WIB

Manifesto Industri Event Indonesia untuk Pilar Ekonomi Kreatif

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana. (Istimewa) - Image

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana. (Istimewa)

JawaPos.com - Para pelaku industri kreatif akhirnya melahirkan Manifesto Industri Event Indonesia. Manifesto itu merupakan dokumen strategis yang menyoroti pentingnya industri event sebagai pilar ekonomi kreatif. Manifesto itu juga menawarkan peta jalan industri event sebagai solusi atas tantangan kebijakan serta ketidakpastian global.

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana menuturkan, manifesto itu merupakan hasil kolaborasi antara pelaku industri event seperti komunitas event owner, rental indonesia, akademisi, dan pemangku kepentingan. Semuanya berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri event Indonesia agar lebih kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Menurut studi Oxford Economics (2018), industri event global menyumbang USD 2,5 triliun bagi perekonomian dunia dan menciptakan 26 juta lapangan kerja. Di Indonesia, sektor ini berkontribusi Rp 120 triliun terhadap PDB dan menopang 278.000 pekerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi kreatif dan pariwisata nasional.

Namun, kebijakan terbaru seperti pemangkasan anggaran pemerintah di 16 pos belanja strategis dan kompleksitas regulasi industri event dapat menghambat pertumbuhan sektor tersebut.

Andro mengatakan, banyak persepsi bahwa event itu biaya. Padahal, menurut studi global, event merupakam instrumen investasi, salah satu mesin penunjang ekonomi. "Fakta dan datanya terlihat dari Asian Games 2018 dapat memberikan kontribusi PDB Rp 22,3 triliun. KTT G20 dapat memberikan dampak instan pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 8,11 persen dalam satu kuartal," ujar Andro.

Melihat dokumen Manifesto Backstagers Indonesia, analisis dan perkembangan industri event sudah tergambar dengan jelas. Termasuk tantangan industri event yang masih terlihat banyak yang belum terurai.

"Sebetulnya kami memang sudah cukup lama mempersiapkan manifesto ini yang pada awalnya kami melakukan kajian untuk menjawab solusi masalah klasik seperti seperti birokrasi yang cukup kompleks dibandingkan negara Asean lainnya," ungkapnya.

Dia menuturkan, upskillling/reskilling dan career pathway yang belum terpetakan dengan baik, pemerataan venue event/mice yang belum merata sehingga perputaran ekonomi masih banyak terpusat di Jakarta dan Bali saja. "Terakhir pas banget adanya efisiensi anggaran pada 16 pos belanja yang kita lihat banyak beririsan dengan industri event" tambahnya.

Oleh karena itu, Backstagers Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi Peta Jalan Industri Event guna memastikan industri ini tetap tumbuh dan berkembang sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif Indonesia.

Lebih lanjut Backstagers Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan berbasis data dan berimbang, mendorong terbantuknya komite industri event nasional, menerapkan transformasi digital dan menandatangani petisi #PetaJalanEventIndonesia di https://chng.it/ck4RZn6Jh6 sebagai langkah strategis industri agar pemerintah turut terlibat menyiapkan ekosistem event yang berkelanjutan.

Event Owner Indonesia dan Rental Indonesia bagian dari ekosistem industri event mendukung agar kita semua menandatangani petisi itu. dan berharap pemerintah dapat mewujudkan lahirnya Peta Jalan Industri Event yang bersejarah" ujar Ketua Umum Event Owner Risyad Fauzie.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore