
Dirjen Pajak Suryo Utomo memberikan keterangan saat Media Briefing tentang PMK 131 Tahun 2024 di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (2/1/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi XI DPR RI secara resmi memanggil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas pengaturan dan pengawasan sistem Coretax yang menjadi polemik.
Dalam rapat tersebut, telah dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo dan telah dihadiri sebanyak 15 anggota DPR RI.
Terdiri dari 6 fraksi dari 48 anggota Komisi XI yang terdiri dari 8 fraksi dengan demikian kuorum sebagaimana ditentukan dalam Pasal 279 dan 281 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, izinkanlah kami membuka rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI dengan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, dan saya tawarkan ini ke Dirjen Pajak, apakah rapat ini dibuka atau tertutup? Nanti baru saya tawarkan kepada anggota," kata Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2).
"Kalau diizinkan pimpinan rapat dilakukan secara tertutup," minta Dirjen Pajak.
"Bagaimana, anggota? Setuju, ya? Oke. Maka rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum," jawab Misbakhun.
Untuk diketahui, dalam rapat terkait Coretax ini Dirjen Pajak Suryo Utomo didampingi oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan Yon Arsal, dan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Iwan Djuniardi.
Sebelumnya, Coretax yang merupakan aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan masih berpolemik hingga kini. Pasalnya, sistem perpajakan seperti DJP Online, e-Faktur, dan BPHTB masih banyak dikeluhkan masyarakat.
Terlebih saat ini, Coretax sedang diadukan ke lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga pengadaan sistem yang mencapai Rp 1,3 triliun terendus perkara korupsi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
