Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 April 2022 | 01.05 WIB

Pedagang Pasar Catat Kenaikan Harga Komoditas 25 Persen, Ini Sebabnya

Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai naik. pedagang mengklaim, kenaikan harga dipicu karena kelangk - Image

Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai naik. pedagang mengklaim, kenaikan harga dipicu karena kelangk

JawaPos.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyampaikan bahwa pada fase kedua bulan Ramadan terdapat kenaikan sejumlah komoditas yang mencapai 25 persen. Hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan.

Ketua Bidang Infokom Dewan Pembina Pusat (DPP) Ikappi Muhammad Ainun Najib menyampaikan, tidak hanya gula bawang merah, minyak goreng dan daging yang harganya naik. Komoditas lain seperti bawang putih, buah buahan, tepung terigu, cabe cabean juga ikut merangkak naik.

"Beberapa komuditas pangan mengalami kenaikan sebesar 25 persen. Hampir semua jenis cabe alami kenaikan pada fase ke 2 Ramadan ini. Biasanya kenaikan terjadi pada 1 minggu sebelum Idul Fitri dimulai," jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (25/4).

Ia mencatat, beberapa komoditas yang naik antara lain, minyak goreng curah Rp 20.000, bawang merah Rp 45.000 yang sebelumnya Rp 38.000, bawang putih Rp 40.000, daging ayam Rp 40.000 dan telur Rp 25.800. Disusul gula pasir Rp 15.000, daging sapi Rp 150.000.

Banyak faktor yang membuat harga komoditas naik di fase kedua Ramadan ini. "Demi menyambut Ramadan, masyarakat akan berbondong-bondong membeli barang belanjaan dan untuk persiapan Idul Fitri masyarakat juga akan mempersiapkan barang belanjaan sebelum pergi mudik lebaran," terangnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah dapat membantu distribusi pangan aman sampai ke pasar. Dengan begitu, komuditas tersebut tersedia di pasar.

"Hal ini kami meminta kepada pemerintah, hususnya minyak goreng, daging sapi dan gula pasir dapat membanjiri pasar, sehingga harga beberapa komuditas tersebut dapat ditekan dan tidak mengalami kelangkaan di pasar tradisional," tutup Najib.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore