
Petugas mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta. PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga tiga jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga BBM yang naik yaitu Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Pertamax Turbo (RON 98). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com-Kenaikan tajam harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Turbo, memaksa banyak pengguna kendaraan melakukan kalkulasi ulang biaya operasional harian. Bagi komuter dengan jarak tempuh jauh, lonjakan harga ini bukan sekadar angka di papan SPBU, tetapi langsung terasa dalam pengeluaran rutin.
Gambaran nyata terlihat dari pengguna mobil pribadi yang tinggal di kawasan Yasmin Bogor dan bekerja di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Rute ini tergolong padat dan cukup panjang, menjadikannya contoh ideal untuk melihat dampak kenaikan harga BBM secara langsung.
Perjalanan dari Yasmin ke SCBD berkisar ±60 km sekali jalan, tergantung kondisi lalu lintas. Artinya, dalam sehari (pulang-pergi) jarak yang ditempuh mencapai sekitar 120 km. Dengan asumsi mobil memiliki konsumsi BBM rata-rata 1:12 km per liter, maka kebutuhan bahan bakar harian berada di kisaran 10 liter.
Sebelum kenaikan harga, Pertamax Turbo dibanderol sekitar Rp 13.100 per liter. Dengan kebutuhan 10 liter per hari, biaya yang harus dikeluarkan komuter berada di angka Rp 131.000 per hari, atau sekitar Rp 655.000 untuk lima hari kerja.
Namun setelah harga naik menjadi Rp 19.400 per liter, perhitungannya berubah drastis. Untuk konsumsi yang sama, biaya harian melonjak menjadi Rp 194.000, atau Rp 970.000 dalam satu minggu kerja.
Selisihnya pun tidak kecil. Dalam seminggu, tambahan pengeluaran mencapai sekitar Rp 315.000. Jika diakumulasikan dalam sebulan (empat minggu kerja), beban ekstra bisa menyentuh Rp 1,26 juta hanya untuk BBM.
Kondisi tersebut membuat banyak pengguna mulai mencari cara untuk menekan pengeluaran. Beberapa mulai mengurangi penggunaan mobil di hari tertentu, mencoba rute yang lebih efisien, hingga mengombinasikan perjalanan dengan transportasi umum. Tidak sedikit pula yang mulai mempertimbangkan beralih ke BBM dengan harga lebih rendah, meski langkah ini memiliki risiko terhadap performa dan kesehatan mesin.
Pada akhirnya, kenaikan harga Pertamax Turbo bisa berdampak pada biaya, serta mengubah pola mobilitas harian. Bagi komuter rute Yasmin–SCBD, perhitungan ulang kini menjadi hal yang tak terhindarkan demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan perjalanan dan kondisi finansial. (*)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
