Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2026 | 22.19 WIB

Hitung Ulang Biaya BBM Komuter Bogor–SCBD: Dari Rp 131 Ribu Jadi Rp 194 Ribu per Hari Usai Kenaikan Pertamax Turbo

Petugas mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta. PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga tiga jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga BBM yang naik yaitu Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Pertamax Turbo (RON 98). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

Petugas mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta. PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga tiga jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Harga BBM yang naik yaitu Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Pertamax Turbo (RON 98). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com-Kenaikan tajam harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Turbo, memaksa banyak pengguna kendaraan melakukan kalkulasi ulang biaya operasional harian. Bagi komuter dengan jarak tempuh jauh, lonjakan harga ini bukan sekadar angka di papan SPBU, tetapi langsung terasa dalam pengeluaran rutin.

Gambaran nyata terlihat dari pengguna mobil pribadi yang tinggal di kawasan Yasmin Bogor dan bekerja di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Rute ini tergolong padat dan cukup panjang, menjadikannya contoh ideal untuk melihat dampak kenaikan harga BBM secara langsung.

Perjalanan dari Yasmin ke SCBD berkisar ±60 km sekali jalan, tergantung kondisi lalu lintas. Artinya, dalam sehari (pulang-pergi) jarak yang ditempuh mencapai sekitar 120 km. Dengan asumsi mobil memiliki konsumsi BBM rata-rata 1:12 km per liter, maka kebutuhan bahan bakar harian berada di kisaran 10 liter.

Sebelum kenaikan harga, Pertamax Turbo dibanderol sekitar Rp 13.100 per liter. Dengan kebutuhan 10 liter per hari, biaya yang harus dikeluarkan komuter berada di angka Rp 131.000 per hari, atau sekitar Rp 655.000 untuk lima hari kerja.

Namun setelah harga naik menjadi Rp 19.400 per liter, perhitungannya berubah drastis. Untuk konsumsi yang sama, biaya harian melonjak menjadi Rp 194.000, atau Rp 970.000 dalam satu minggu kerja.

Selisihnya pun tidak kecil. Dalam seminggu, tambahan pengeluaran mencapai sekitar Rp 315.000. Jika diakumulasikan dalam sebulan (empat minggu kerja), beban ekstra bisa menyentuh Rp 1,26 juta hanya untuk BBM.

Kondisi tersebut membuat banyak pengguna mulai mencari cara untuk menekan pengeluaran. Beberapa mulai mengurangi penggunaan mobil di hari tertentu, mencoba rute yang lebih efisien, hingga mengombinasikan perjalanan dengan transportasi umum. Tidak sedikit pula yang mulai mempertimbangkan beralih ke BBM dengan harga lebih rendah, meski langkah ini memiliki risiko terhadap performa dan kesehatan mesin.

Pada akhirnya, kenaikan harga Pertamax Turbo bisa berdampak pada biaya, serta mengubah pola mobilitas harian. Bagi komuter rute Yasmin–SCBD, perhitungan ulang kini menjadi hal yang tak terhindarkan demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan perjalanan dan kondisi finansial. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore