
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memaparkan laporan Economic Outlook 2025 bertajuk
JawaPos.com - Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) meluncurkan laporan Economic Outlook 2025 bertajuk 'Economic Forces at Play: Balancing Domestic Drivers and Global Uncertainty', pada Selasa (3/12). Laporan ini membahas prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global dan kekuatan domestik yang akan mendukung daya tahan dan pertumbuhan pada 2025 mendatang.
Setidakya ada tiga faktor global yang perlu diperhatikan, karena dampaknya sangat signifikan terhadap ekonomi Tanah Air. Pertama, perlambatan ekonomi Tiongkok yang menjadi momok negara-negara emerging market (EM) di mana mayoritas ekspor mereka ditujukan ke Negeri Tirai Bambu itu. Tak terkecuali Indonesia.
Sepuluh tahun lalu, kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, PDB Tiongkok selalu tembus double digit. Sayangnya, ke depan, agak sulit tampaknya ekonomi Tiongkok bisa tumbuh di atas 10 persen.
"Tahun ini saja, dua kuartal terakhir, ekonomi China sudah tumbuh di bawah 5 persen. Dan tahun depan akan berlanjut. Mengapa ini matters buat Indonesia?" tanya Josua dalam Paparan Economic Outlook PIER.
Jawabannya, tak lain adalah karena lebih dari 20 persen total ekspor Indonesia ditujukan ke Tiongkok. Atas dasar itu, apabila terjadi perlambatan ekonomi di Tiongkok, atau ada kebijakan Donald Trump yang memengaruhi Tiongkok, tentunya akan berpengaruh juga terhadap Indonesia.
"Itulah kenapa kami meng-highlight bahwa China masih menjadi isu atau faktor risiko yang harus kita antisipasi ke depannya," imbuh Josua.
Adapun, faktor eksternal kedua yang akan berpengaruh signifikan terhadap lansekap ekonomi global maupun Indonesia yaitu, hasil pemilu global, terutama Amerika Serikat (AS). Terpilihnya Donald Trump memang di satu sisi memberikan angin segar kepada pelaku usaha di negeri Abang Sam.
"Siapa nggak happy kalau corporate tax-nya diturunkan? Ya kan. Di sini, kita lagi ngomongin PPN dinaikkin. Di (AS) sana, corporate tax-nya malah diturunkan rencananya oleh Trump," kata Josua.
Kampanye 'Make America Great Again' (MAGA) membuat prospek ekonomi AS tampak silau. Hal itu, menurut Josua, juga akan berdampak terhadap larinya modal asing dari negara-negara EM ke AS.
Di lain pihak, perlu diantisipasi kemungkinan impor tarif yang akan diberlakukan terhadap produk Tiongkok yang masuk ke AS. "Ini akan berdampak terhadap ekspor Indonesia ke China," katanya.
Selanjutnya, faktor eksternal ketiga yang lebih berdampak terhadap pasar modal di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir sejak 2022, 2023, dan 2024, gejolak geopolitik global menimbulkan ketidakpastian investasi dan dunia usaha.
Pada 2022, pecah perang di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina. Kemudian, berlanjut pada 2023, terjadi perang di Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Serta 2024 antara Iran-Israel.
"Makanya terefleksi di market kita, JCI/IHSG yang sempat 7.800, saat ini masih bertengger di 7.100-7.200," kata Josua.
Stabil namun Divergen
Dalam laporan Economic Outlook 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap stabil di level 3,2 persen pada 2025, meskipun terdapat divergensi PDB antara negara maju dan negara berkembang. Di Amerika Serikat, kebijakan berorientasi domestik diprediksi akan berimplikasi pada inflasi di atas target Fed yakni 2 persen.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
