
Menko perekonomian Airlangga Hartarto membuka ajang pertemuan pelaku usaha sawit terbesar Indonesia, IPOC 2024, Kamis (7/11) di Nusa Dua Bali. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ajang Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) ke-20 dilangsungkan mulai hari ini, Kamis (7/11) hingga Jumat (8/11) di Nusa Dua, Bali. Pertemuan tahunan terbesar para pelaku usaha sawit itu dibuka secara virtual oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Chairperson of IPOC, Mona Surya menjelaskan, tahun ini jumlah peserta IPOC mencapai rekor baru. Yakni 37 perusahaan, 113 stan, dan 1.509 partiisipan dari 24 negara.
Menurut Mona, konferensi selama dua hari ini akan membahas berbagai hal seputar industri sawit. ”Seperti kebijakan domestik dan ketahanan industri di Indonesia, implikasi EUDR, wawasan pasar dari perspektif regional, dan prospek harga sawit,” ujarnya.
Chairman of Gabungan Pengusaha Kelapa Sawt Indonesia Eddy Martono mengungkapkan optimismenya di sektor kelapa sawit apda 2025, meski tahun ini produksi mengalami penurunan.
Ada beberapa faktor yang membuat pihaknya optimistis. ”Termasuk program pemerintah soal biodiesel B-40,’’ terangnya.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pihaknya percaya diri bahwa Indonesia punya potensi memaksimalkan produksi CPO pada tahun-tahun mendatang.
Sejumlah strategi telah disiapkan untuk mendorong peningkattan prooduksi kelapa sawit, khususnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kebutuhan energi, dan ketahanan pangan. Dan di saat bersamaan juga melindungi lingkungan.
”Strateginya termasuk meningkatkan program replanting untuk perkebunan rakyat,” terangnya. Sejak 2017, sudah ada upaya meningkatkan replanting sawit di 360 ribu hektare Perkebunan rakyat.
Yang kedua adalah mengadopsi cara menanam sawit yang lebih baik. Berikutnya adalah mengampanyekan sertifikasi sawit yang berkelanjutan.
Tantangan utamanya, imbuh Airlangga, juga cukup beragam. Mulai dari isu lingkungan, juga data yang tidak akurat.
”Konferensi ini peluang bagi kita untuk menegaskan komitmen kita untuk praktik yang berkelanjutan, dan terus meningkatkan standar yang kita gunakan,” imbuhnya, seranya membuka konferensi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
